SULTENG RAYA – Perusahaan Umum Kantor Wilayah Sulawesi Tengah menepis isu bahwa beras dengan merek dagang miliknya yakni beras SPHP mengandung plastik.

Hal itu lantaran pada Ahad (8/10/2023), viral video di jagad maya salah seorang warga inisial R (54) mencatut merek SPHP sebagai beras plastik.

Hal itu membuat Bulog Sulteng bergerak cepat dengan mengundang pihak dalam hal ini Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagind) dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanketapang) Kota Palu yang dihadiri langsung masing-masing kadis untuk melakukan cek prosedur pengemasan beras SPHP di Gudang Bulog, Jalan RE Marthadinata, Kota Palu, Senin (9/10/2023).

Selain itu, Bulog dan Pemkot Palu juga menghadirkan langsung R sebagai orang yang berada di video, untuk mengklarifikasi langsung apa yang dia ucapkan dalam video tersebut.

Kepala Disperdagind Kota Palu, Zulkifli, kepada awak wartawan mengatakan, pihaknya ketika mendengar video itu viral langsung mendatangi R di kediamannya.

“Unggahan R di sosial media mencatut beras SPHP dikatakan beras plastik, kami tadi pagi sudah telusuri bersama teman-teman, bahwa dia sampaikan ternyata apa yang diunggah pertama tidak disengaja, dan dia sudah memohon maaf atas dampak yang terjadi,” katanya.

Atas insiden itu, Pemkot Palu juga telah bergerak melakukan sidak mengecek beras SPHP di pasar tradisional di Kota Palu yang hasilnya nihil ditemukan beras SPHP mengandung plastik.

“Hasilnya juga disini, kita lihat langsung, bahwa pengemasannya, prosedurnya bagus dan diawasi,” tuturnya.

Sementara itu, R mengatakan, tidak bermaksud memviralkan beras SPHP. Video itu, kata dia, hanya untuk kepentingan grup keluarga karena sekarang marak beras plastik.

“Hanya mau saling mengingatkan antar keluarga atas info-info yang beredar,” katanya.

Menurut pengakuannya, dirinya membeli beras SPHP. Ketika adiknya datang ke rumah, ia langsung ditegur, “eh ini beras yang kau beli ini dari mana, merek SPHP ini sementara viral kalau beras plastik”.

Kemudian, adik R menyuruhnya mencoba membuat seperti kepalan bola-bola dan dipantulkan ke lantai.

“Kebetulan itu melenting pas saya lempar, tapi ternyata memang bukan, mungkin sudah seperti itu kualitasnya, saya juga ketika mengepal beras itu saya campurkan dengan beras jagung,” ungkapnya.

Ia juga dalam kesempatan itu meminta maaf langsung kepada pihak Bulog atas video yang beredar, ia tidak menyangka bahwa masalahnya akan sebesar itu dan menimbulkan kepanikan dan kegaduhan di tingkat konsumen, Pemerintah, dan Bulog itu sendiri.

“Tidak ada betul maksud saya untuk memviralkan itu. Pokoknya beras ini (SPHP) memang betul-betul beras, enak juga dikonsumsi,” tutupnya.

Sementara itu, Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Sulteng, Heriswan mengatakan, akhir-akhir ini memang banyak beredar video beras plastik, namun demikian, pihaknya memastikan produk Bulog, termasuk SPHP aman karena melalui prosedur pengemasan yang ketat di gudang.

“Bukan hanya disini saja isu ini beredar, sementara kita dengan Pemda saat ini sedang giat-giatnya melaksanakan gerakan pasar murah. Mungkin karena beras ini (beras SPHP) banyak beredar, ya mungkin salah satu insiden yang terjadi ya seperti yang kita lihat berasama. Dan hari ini sama-sama kita saksikan, kita cek seluruhnya prosedur kemas beras SPHP, dan kita juga uji tanak bersama dengan pemerintah, hasilnya SPHP ya memang beras asli,” kata Heriswan.

“Karena sepengetahuan saya, kalau beras plastik itu dimasak, dia seperti lem, kalau beras asli dari bau saja sudah jelas. Pengawasan kita alhamdulillah sangat ketat, karena kita juga ada petugas yang terus memeriksa kualitas barang masuk dan keluar, kita akan lakukan cek. Tidak ada indikasi atau yang mencoba-coba memasukkan beras plastik disini,” ujarnya menambahkan. RHT