RAYA – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Tengah melaksanakan pelayanan KB serentak dalam rangka Hari Kontrasepsi Sedunia (HKS) sejak 26 September 2023 hingga 09 Oktober 2023.

Pada momentum tersebut, BKKBN Sulteng menargetkan melayani sebanyak 21.158 akseptor, terdiri dari 5.075 akseptor Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MJKP) dan 16.083 akseptor Non MJKP.

“Berdasarkan data per 06 Oktober 2023 atau hari kesebelas pelayanan KB serentak dalam rangka HKS, tercatat dalam SIGA, Sulteng telah mencapai 26.738 pelayanan akseptor. Ini berarti, capaian pelayanan telah melampaui target, yakni telah mencapai 126,37 persen,” jelas Ketua Tim 20 Layanan Perkantoran Umum dan Kehumasan Kantor Perwakilan BKKBN Sulteng, Aprianto Parubak, Ahad (8/10/2023).

Ia merinci, capaian hasil pelayanan KB di Kabupaten Banggai 2.893 pelayanan, Poso 1.351 pelayanan, 3.470 pelayanan, Tolitoli 1.644 pelayanan, Buol 1.029 pelayanan, Morowali 1.266 pelayanan, Banggai Kepulauan 1.036 pelayanan, Parigi Moutong 4.190 pelayanan, Tojo Unauna 1.814 pelayanan, 2.505 pelayanan, Banggai Laut 976 pelayanan, Morowali Utara 1.404 pelayanan dan 3.160 pelayanan.

“Data ini masih bisa berubah, karena pelayanan diperpanjang hingga 09 Oktober 2023 dan penginputan hingga 11 Oktober 2023,” jelasnya.

Sebelumnya, Sulteng menjadi salah satu dari 7 Provinsi yang mendapatkan sambutan langsung dari Kepala BKKBN Pusat bersama Asisten Teritorial (Aster) Markas Besar TNI AD.

“Sebelum dan selama pandemi, capaian kontrasepsi dapat kita lihat dari Persentase Pemakaian Kontrasepsi Modern alias Modern Contraceptive Prevalence Rate/mCPR yang pada tahun 2019 belum mencapai 60 persen. Pada 2018-2019, angkanya sebesar 59 persen. Namun, pandemi menggerus capaian ini sebanyak 0,7-0,9 persen. Meskipun turun sebanyak itu, kita bersyukur karena penurunannya tidak terlalu signifikan. mengucapkan terima kasih kepada TNI, IBI, IDI, /PLKB,” jelas Kepala BKKBN RI, dr Hasto Wardoyo, Selasa (26/10/2023).

Meskipun mCPR belum mencapai 60 persen, kata dia, MKJP juga belum sesuai harapan, data menunjukkan Total Fertilitas Rate (TFR) menurut BPS sudah mencapai 2,18 persen.

“Sementara, data BKKBN sudah mencapai 2,14 persen. Hal ini menandakan bahwa angka rata-rata hamil di seluruh Indonesia sudah di bawah 2,2. Ini adalah pencapaian yang patut disyukuri, karena target pada akhir tahun 2024 adalah mencapai 2,1, namun hari ini kita sudah mencapai 2,18. Untuk itu, sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung program kontrasepsi,” ucpanya

Sementara itu, Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Sulteng, Tenny C Soriton, menjelaskan, target 21.158 peserta mencakup berbagai jenis kontrasepsi seperti pil KB, suntik KB, kondom KB, IUD atau spiral, MOW atau steril, serta MOP atau vasektomi, termasuk kontrasepsi bagi pria.

“Untuk peluncuran Pekan Pelayanan KB serentak ini, kami mengadakannya di RS Sindhu Trisno dan secara bersamaan dilaksanakan di Fasyankes di se Sulawesi Tengah,” kata Kaper Tenny di sela-sela kegiatan Pekan Pelayanan KB Serentak dalam rangka HKS 2023, di RS Sindhu Trisno, , Selasa (26/9/2023).

Di tempat sama, Komandan Detasemen Kesehatan Wilayah (Dandenkesyah) 13.04.02 Palu, Letkol Ckm dr Teguh Ismanto, menyatakan, seluruh rumah sakit dimiliki TNI AD dan TNI AL, serta Fasyankes di seluruh Sulteng akan menyediakan pelayanan KB selama sepekan ke depan secara serentak.

“Pada hari pertama, total peserta yang dapat terlayani di Sindhu Trisno sebanyak 26 akseptor yang terdiri 10 implan, suntik 10, kondom 2, 2 IUD dan MOP 2 akseptor,” kata dr Teguh Ismanto.

Pada kegiatan peluncuran di RS Sindhu Trisno itu, juga dihadiri Kepala Dinas P2KB Kota Palu, dr Royke, Dinas P2KB Sulteng, dr Herdana, perwakilan POGI Sulteng, Pengurus PKMI Sulteng, Ketua IBI Sulteng, Biddokkes Polda, DanLanal (AL), P2KB Kota Palu, PC IBI Kota Palu, Kepala FKTP Denkesyah Palu, Kepala FKT. HGA