SULTENG RAYA- Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI), Sunarso akan menjadi pembicara dalam ajang internasional Indo Pacific Forum (AIPF) pada hari pertama dan dapat disaksikan langsung melalui resmi Kementerian BUMN RI, Selasa sore di Hotel Mulia, Jakarta (5/9/2023).

Sunarso akan memaparkan bagaimana mendorong transformasi industri perbankan dengan sangat cepat sehingga meningkatkan keuangan dan sebagai bisnis inti BRI.

Dalam plenary session tersebut Sunarso akan menjadi pembicara bersama CSO Standard Chartered Marisa Drew, CEO Thales Group Patricia Caine, President of Microsoft Asia Ahmed Mazhari, COO of Masdar Abdulaziz Alobaidii dan Chair of the UK-ASEAN Business Council and Member of House of Lords The Rt Hon Lord Vaizey.

AIPF merupakan acara flagship yang diselenggarakan Indonesia sebagai rangkaian acara KTT ASEAN 2023. Menteri BUMN Erick Thohir menyebut AIPF menjadi momen yang tepat bagi BUMN untuk menunjukkan peran strategisnya dalam pembangunan nasional.

“AIPF juga jadi momentum untuk menunjukkan peran strategis BUMN, serta memperluas kerja sama pada proyek-proyek strategis BUMN untuk kemajuan Indonesia dan memperkokoh posisi ASEAN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi,” kata Erick beberapa waktu lalu.

Gelaran yang berlangsung pada 5-6 September 2023 ini akan mengangkat tiga isu utama yakni infrastruktur hijau dan rantai pasok, dan kreatif ekonomi serta pembiayaan yang berkelanjutan dan inovatif di sektor , dan MSME.

Sebab, berkaitan erat dengan transformasi digital yang ditempuh perseroan dalam meningkatkan melalui strategi yang inovatif. Sehingga, hal tersebut dapat turut serta mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Kami mengapresiasi kepercayaan pemerintah kepada BRI sehingga kami dapat turut serta dalam acara ini. Keterlibatan aktif BRI dalam event ini diharapkan dapat mempromosikan kekuatan ekonomi Indonesia di mata dunia khususnya di wilayah Asia Pasifik, serta memberikan dampak signifikan bagi perekonomian negara,” kata Sunarso.

“Dengan transformasi yang tengah dijalankan, BRI menjadi lebih siap menghadapi tantangan di industri perbankan modern. Dan kami pun siap merealisasikan visi kami pada 2025 yaitu menjadi The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia and Champion of Financial Inclusion,” ujarnya menegaskan.

Dengan demikian, BRI diharapkan dapat menjadi salah satu katalis bagi Indonesia sebagai pemangku kepentingan dalam mendukung ASEAN menjadi salah satu episentrum pertumbuhan global.

“Dalam hal tersebut tentunya BRI dapat berperan lebih bagi Indonesia melalui peran perbankan yang inovatif dalam mewujudkan pertumbuhan dan pembangunan yang berkelanjutan. Terutama di sektor UMKM sebagai fokus utama BRI,” tutur Sunarso menekankan.

Sunarso sendiri adalah seorang bankir senior yang menjabat sebagai CEO BRI Group setelah ditunjuk oleh Kementerian BUMN pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan sejak 2 September 2019. Sebelumnya Sunarso menjabat Wakil Direktur Utama BRI pada 2015 – Oktober 2017. Kemudian dilanjutkan kembali pada Januari – Agustus 2019.

Sebelum kembali ke BRI, Sunarso sempat dipercaya menjabat sebagai Direktur Utama . Meski singkat, melalui tangan dinginnya, Sunarso berhasil menjadi penggagas dan penggerak utama transformasi di Pegadaian. RHT