RAYA – Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat Nahdatul Ulama (NU) Provinsi Sulawesi Tengah melaksanakan  Konferensi Wilayah ke-V sekaligus pembukaan Latihan Kader Dasar (LKD)  Angkatan 1 yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Sutan Raja , Selasa (22/8/2023).

Kegiatan yang mengangkat tema “Bangkit Bersama Berdaya Bersama” itu dihadiri Biro Kesra Setda Provinsi Sulteng Awaludin, Sekretaris Umum PP Fatayat NU Ela Siti Nuryamah, Anggota DPRD Sulteng Alimuddin Paada, perwakilan Forkopimda Sulteng, Ketua PW NU Sulteng Prof. Dr. KH. Lukman S Tahir, MA. Perwakilan organisasi keagamaan serta seluruh Badan Otonom (Banom) NU.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Rahmawati M Nur mengatakan, Konferwil dihadiri seluruh perwakilan pengurus cabang (PC) se Sulteng.

Rahmawati merasa bersyukur akhirnya Konferwil Fatayat NU bisa dilaksanakan, karena sebelumnya sempat tertunda karena adanya sejumlah kendala.

Ketua PW Fatayat NU Sulteng, Zulfiah mengungkapkan bahwa setelah 14 tahun di kepengurusan,  akhirnya Fatayat bisa melaksanakan konferensi ke-V sekaligus dirangkaikan dengan LKD yang akan berlangsung mulai tanggal 22-25 Agustus 2023.

Menurut Zulfiah, kehadiran Fatayat di Indonesia, khususnya di Sulteng bukan sebagai organisasi langit. Fatayat hadir di tengah masyarakat untuk mengejewantahkan tugas khalifah Allah di muka bumi.

“Fatayat NU hadir untuk turun di masyarakat dengan berbagai kegiatan , kegiatan keummatan dan kegiatan kemanusiaan,” jelas Zulfiah.

Menurutnya, gerakan Fatayat NU Sulteng selalu menebar cinta di tengah-tengah masyarakat. Fatayat harus hadir di tengah masyarakat untuk  bangkit berdaya sebagai yang bisa memberikan kemanfaatan kepada sesama manusia.

Sementara itu, Ketua PW NU Sulteng Prof. Dr. KH. Lukman S Tahir, MA menitipkan pesan agar warga NU di Sulteng untuk selalu merawat dan merajut kebhinekaan di Indonesia.

Dimana, kata Lukman S Tahir, memasuki abad ke-2 usia NU, maka perlu terus menjaga kebhinekaan agar Indonesia terus bertahan sebagai negara kesatuan.

Menurutnya, Fatayat harus selalu mengorientasikan perkaderan untuk  menjaga kebhinekaan dan merawat Indonesia.

“Bangun kolaborasi dan kerja sama dengan Pemda maupun pemuda lainnya, agar negeri yang kita cintai, Sulteng bisa berdaya bersama merawat Indonesia,” jelasnya.

Sekum PP Fatayat NU, Ela Siti Nuryamah menjelaskan bahwa Fatayat adalah organisasi kader, maka proses kaderisasinya harus tumbuh. Regenerasi harus dijalankan sesuai yang diatur dalam pedoman dasar dan pedoman rumahtangga organisasi.

Hal itu dilakukan untuk mewujudkan tujuan Fatayat NU yaitu bembentuk perempuan muda NU yang bertakwa kepada Allah SWT, berakhlakul karimah, beramal shaleh, cakap, bertanggungjawab, berguna bagi agama, nusa, bangsa dan negara.

“Kaderisasi di Fatayat harus tuntas mulai dari LKD, LKL dan ToT. Karena kepemimpinan yang berhasil adalah kepemimpinan yang bisa menghasilkan regenerasi,” jelasnya.

Kegiatan Konferensi Wilayah ke-V sekaligus pembukaan Latihan Kader Dasar (LKD)  Angkatan 1 Fatayat NU Sulteng dibuka oleh Biro Kesra Setdaprov Sulteng, Awaludin.

Kegiatan ini akan berlangsung 22-25 Agustus 2025 yang dipusatkan di Hotel Sutan Raja Palu serta diikuti oleh perwakilan pengurus cabang di 13 kabupaten/kota di Sulteng. WAN