RAYA-Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. K. H. Haedar Nashir, M. Si meresmikan belasan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Sulawesi Tengah, diantaranya Gedung Banua Kaili (GBK) H. Rusdy Toana dan Gedung Leb Kewirausahaan Unismuh Palu. Peresmian itu ditandai dengan penandatanganan prasasti.

Peresmian belasan AUM itu disaksikan dan dihadiri unsur Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah, dan kader serta simpatisan. Dilaksanakan di GBK H. Rusdi Toana Unismuh Palu, Selasa (22/8/2023).

Prof Haedar dalam sambutannya mengaku menjadi saksi perkembangan AUM dan sekaligus Perserikatan Muhammadiyah di Sulawesi Tengah, dimana perkembangannya terus mengalami peningkatan. Untuk itu merasa bersyukur dan berterimakasih kepada para pimpinan dan kader serta simpatisan Muhammadiyah yang ada di Sulawesi Tengah.

Karena berkat keikhlasan dan kesungguhan dalam mengurus perserikatan sehingga Amal Usaha terus mengalami peningkatan. “Kunci sukses pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah adalah keikhlasan, para pendiri dan pengelolaannya memiliki keikhlasan, dan tidak jarang mengeluarkan dana sendiri, inilah yang kita lihat hasilnya,”sebut Prof Haedar.

Dalam kesempatan itu, Prof Haedar juga mengaku mengenal betul salah satu Tokoh Krismatik Muhammadiyah di Sulawesin Tengah yang disematkan namanya di salah satu gedung yang diresmikan itu, yakni H. Rusdy Toana.

Katanya, dulu saat dirinya masih bertugas di Bidang Pendidikan Kader cukup intensif berkunjung di Sulawesi Tengah, yakdi dari tahun 1985 sampai tahun 1995. Dan setiap kali berkunjung ke Sulawesi Tengah mewajibkan dirinya mengunjungi sang Tokoh Krismatik itu, sekadar berdiskusi tentang kondisi Perserikatan Muhammadiyah di Sulawesi Tengah.

“Di situlah betapah gigihnya beliau (Rusdy Toana) bersama para tokoh Muhammadiyah dan Aisyiyah lainnya, untuk membangun meletakan dasar Muhammadiyah dengan memperjuangkannya dengan dinamika yang saya tau persis, suka dukanya yang luar biasa,”sebut Prof Haedar.

Ia berharap semangat, kegigihan, keikhlasan dan kesungguhan yang dimiliki para Tokoh pendahulu itu diwarisi dan dimiliki oleh para pimpinan dan kader Muhammadiyah saat ini.

Harapan itu juga ditujukan kepada Rektor Unismuh Palu, Prof. Dr. H. , SE., MM untuk melanjutkan apa yang telah diletakan dasarnya oleh Rusdy Toana dan pimpinan Unismuh lainnya.

“Saya percaya Pak Rektor bisa membangun universitas ini, melanjutkan apa yang sudah diletakan dasarnya oleh Pak Rusdy Toana dan seterusnya, untuk menjadi universitas , saya percaya karena beliau kader Muhammdiyah yang seangkatan dengan saya di IPM, beliau di Sulawesi Selatan,”sebut Prof Haedar.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulteng, Muhammad Amin Parakkasi mengatakan, bahwa amal usaha itu harus maju sejalan dengan perserikatan, tidak boleh jalan sendiri -sendiri. Amal usaha harus mendapatkan dukungan dari perserikatan.

Dan konsep inilah yang tengah dijalankan di Sulawesi Tengah, hasilnya pun cukup menggembirakan, dua tahun terakhir amal usaha Muhammadiyah di Sulteng begitu bergeliat, bukan hanya di melainkan juga di Kabupaten Tolitoli dan Banggai.

Untuk di Kota Palu salah satunya yang telah diresmikan yakni GBK Rusdy Toana, sebagai pendiri Unismuh Palu, sekaligus pendiri Sulawesi Tengah dan Tokoh Muhammadiyah. “Penamaan Rusy Toana agar bisa mengenang beliau, setiap yang datang kesini akan bertanya siapa Rusdy Toana itu, sehingga bisa mengetahui siapa beliau itu,”sebutnya.

Rektor Unismuh Palu, Prof. Dr. H. Rajindra, SE, MM dalam laporannya mengatakan selama kepemimpinanya di Kampus biru Unismuh Palu selama ini terus menjalin kerjasama dengan semua komponen yang ada, termasuk Pimpinan Wilayah Muhammadiyah.

Karena sebagai institusi pendidikan dibawah naungan perserikatan Muhammadiyah merasa berkewajiban melakukan koordinasi dan kerjasama dengan Pimpinan Wilayah, sekaligus untuk mengikis sekat-sekat pemisah antara Amal Usaha dan Perserikatan.

Atas kerjasama itu, program-program yang sudah disusun berjalan dengan baik berkat dukungan, termasuk dari Pimpinan Wilayah, dimana saat ini kampus Biru Unismuh Palu merupakan satu-satunya Perguruan Tinggi Swasta di Sulawesi Tengah memiliki Guru Besar, dan memiliki 51 dosen bergelar doktor dan 30 dosen lainnya masih dalam proses pendidikan di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, banyak diantaranya dibiayai oleh kampus.

Selain itu, juga berupaya melakukan pengembangan amal usaha salah satunya adalah GBK Rusdy Toana dengan fasilitas yang sangat memadai dan dapat menjadi gedung sewaan untuk pihak luar. “Saat ini juga masih melakukan pembangunan pusat bisnis 22 ruko, dibangun secara bertahap, kedepan ruko tersebut menjadi laboratorium bisnis maupun disewakan untuk pihak luar,”jelasnya.  ENG