RAYA – Sebagai bagian dari komitmen PT Indomobil (SIM) dan PT Suzuki Indomobil (SIS) terhadap Indonesia, Suzuki mengambil langkah fokus mengembangkan program Corporate Social Responsibility () lewat Suzuki Peduli Pendidikan dan Suzuki Peduli Lingkungan.
Hal itu didasari belum meratanya kualitas dan fasilitas pendidikan. Perusahaan otomotif itu mengambil peran membantu mengembangkan sumber daya manusia (SDM) unggul dalam mengembangkan industri otomotif, mengeluarkan program-program berorientasi menambah wawasan dan pengalaman pelajar terkait industri manufaktur.
Langkah tersebut agar SDM dapat mempersiapkan diri dengan baik sebelum memasuki dunia kerja sekaligus juga membangun generasi yang peduli terhadap lingkungan.
Dept. Head Strategic Planning Department PT SIS, Joshi Prasetya, menjelaskan, Suzuki turut terjun langsung ke masyarakat untuk memberikan yang berkaitan dengan pendidikan dan lingkungan sekitar. Salah satu bentuk kepedulian Suzuki Indonesia terhadap masyarakat, lanjutnya, adalah turut berkontribusi ke lingkungan sekitar dan memberikan dukungan berupa barang dan jasa yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Ia memberi contoh seperti memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai fasilitas dan proses manufaktur mobil dengan berkunjung langsung ke pabrik Suzuki yang ada di Cikarang, dan donasi berupa mesin maupun peralatan manufaktur.
Kegiatan seperti itu, kata dia, dinilai memberikan wawasan baru bagi mereka mengenai dunia kerja khususnya industri otomotif. Sementara bentuk kepedulian lainnya yakni upaya dalam menjaga kelestarian lingkungan, terutama laut.
Dalam hal itu, Suzuki terus memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda mengenai pentingnya menjaga pantai dan akibat yang diberikan jika pantai mengalami kerusakan.
“Ini untuk memberikan bukti nyata bagaimana cara menjaga lingkungan, Suzuki juga mengajak peserta yang hadir untuk turut membersihkan sampah yang ada di pantai,” tuturnya dalam keterangan tertulis yang diterima Sulteng Raya, Ahad (20/8/2023).
Sebagai tahap awal dari program Suzuki peduli pendidikan untuk mengenalkan dunia otomotif kepada generasi muda, Suzuki membuka kegiatan Plant Visit atau kunjungan pelajar ke industri pabrik Suzuki.
Sejak pertama kali dilakukan, tercatat sudah lebih dari 600 sekolah yang berkunjung atau sekitar 55.000 pelajar yang telah mengikuti program ini dan melihat langsung proses manufaktur hingga budaya dan peraturan yang diterapkan di pabrik Suzuki.
Pada Mei 2023 lalu, kunjungan pabrik pelajar sudah diresmikan menjadi salah satu program Wisata Industri yang bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Hal itu dinilai akan memberikan dampak dan dukungan yang baik terhadap perekonomian daerah sekaligus kontribusi pada pendidikan siswa di daerah sekitar pabrik Suzuki.
Suzuki juga menyediakan sarana bagi Sekolah/Universitas untuk mendaftarkan kegiatan plant visit ke pabrik Suzuki melalui website resmi Suzuki www.suzuki.co.id. Pada menu website, terdapat pilihan Booking Kunjungan Pabrik dan lokasi yaitu Pabrik Cikarang.
Setelah itu, dilanjutkan dengan pemilihan tanggal yang sesuai dan pengisian data yang dibutuhkan. Suzuki akan menghubungi pendaftar setelah pengajuan plant visit disetujui.
Selain Plant Visit, salah satu kegiatan yang berada di program Suzuki Peduli Pendidikan yaitu Donasi Unit & Mesin ke sekolah di berbagai daerah di Indonesia.
Selama periode 2021 hingga 2022, Suzuki telah memberikan 13 material donasi yang terdiri dari mesin CNC (Computer Numerical Control), Mesin Lathe, dan compressor ke berbagai Sekolah Menengah Kejuruan () di Indonesia. Material donasi tersebut digunakan oleh siswa untuk observasi serta mengembangkan keterampilannya di bidang otomotif.
Pilar penting lain, lanjut Joshi Prasetya, adalah yang dijalankan Suzuki Indonesia sejak 2014 yakni menjaga kelestarian lingkungan. Itu sejalan dengan sektor bisnis Suzuki yang berkaitan dengan ekosistem perairan, yakni produk OBM (Outboard Motor) sehingga Suzuki juga turut kontribusi untuk menjaga kelestarian lingkungan, melalui kampanye ‘Clean Up The World'.
Setelah 10 tahun melakukan kampanye tersebut, Suzuki sudah mencatatkan 1.300 orang yang berpartisipasi dan berhasil mengumpulkan 30 ton sampah plastik pada kegiatan yang diusung oleh Suzuki Indonesia di berbagai wilayah yang ada di Indonesia.
Suzuki menyadari bahwa, masyarakat membutuhkan edukasi sedini mungkin demi menyadarkan bahwa laut bermanfaat untuk menjaga ekosistem dan dengan menjaga ekosistem laut menandakan bahwa kita turut berperan dalam menjaga keberlangsungan hidup semua mahluk dan menjaga alam agar tetap seimbang.
Selain mengajak membersihkan sampah di pantai, Suzuki juga mengajak masyarakat untuk mengurangi pemakaian kemasan plastik dan mengumpulkan sampah laut berupa micro-plastic yang direalisasikan melalui pemasangan teknologi micro-plastic collecting device pada mesin Suzuki OBM. Kampanye tersebut turut dipaparkan kepada publik saat gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2023 berlangsung.
“Seluruh kegiatan yang telah kami lakukan merupakan bentuk tanggung jawab untuk mengedukasi dan memberikan contoh langsung kepada generasi muda. Tentunya harapan dari adanya kegiatan yang akan terus dilakukan ini adalah memberikan wawasan lebih dan bukti nyata apa yang harus dilakukan untuk menjaga lingkungan dan tentunya untuk pengembangan diri sendiri.“ tutup Joshi. */RHT