RAYA – Dalam era yang semakin pesat, penyebaran berita hoaks dan isu SARA telah menjadi ancaman serius bagi kehidupan berdemokrasi di Indonesia. Andrianto Gultom dari Partai Perindo Kota menyadari bahwa penyebaran berita hoaks, ujaran kebencian, hasutan, dan politik identitas dapat memicu konflik dan mempengaruhi situasi Kamtibmas dan proses politik yang sehat.

Sehingga dalam menghadapi pelaksanaan , Andrianto Gultom menunjukkan tekad dan komitmennya untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dengan turut serta mengimbau masyarakat untuk bijak dalam bermedia sosial dan tidak mudah terpengaruh berita/ yang belum jelas kebenarannya.

“Untuk menciptakan iklim politik yang sehat dan kondusif, diperlukan juga sinergisitas antar partai politik sehingga kontestasi yang ketat dalam rangka pemenangan Pemilu tidak menimbulkan gesekan antar partai politik”, ujar Adrianto.

Dalam suasana politik yang semakin dinamis dan apalagi menjelang tahapan kampanye Pemilu 2024, kerap terjadi persaingan ketat yang penuh intrik dan taktik. Oleh sebab itu, diharapkan persaingan antar peserta Pemilu tetap berjalan dan berakhir dengan damai.

“Dalam proses pemilihan pasti ada permainan-permainan atau intrik-intrik politik, hal itu sah-sah saja, tetapi jangan sampai menimbulkan perpecahan dan merusak tata kehidupan kita di dalam bernegara sehingga mari kita sebagai peserta pemilu harus menunjukkan sikap saling menghormati antar peserta pemilu dengan berdasarkan asas adil, bebas, jujur, dan adil,” lanjut Andrianto.