RAYA-Dalam upaya membantu dan turut serta menyukseskan penyelenggaraan Pemilu serentak Pilpres, Pileg dan Pilkada tahun 2024, Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdatul Ulama (PW. PERGUNU) Sulawesi Tengah mengadakan diskusi kepemiluan, pada Sabtu (12/8/2023), bertempat disalah satu Warkop di Barat .

Diskusi kepemiluan tersebut mengangkat tema “Kompleksitas masalah penyelenggaraan Pemilu dan upaya meningkatkan Partisipasi Pemilih” menghadirkan narasumber yakni Ketua Idrus, SP., M.Si. dan Wakil Ketua III STAI Poso Dr. Ibrahim Ismail serta dipandu oleh moderator Moh. Bagit Pagessa salah satu tenaga ahli DPD RI dari Sulawesi Tengah.

Ketua Kota Palu Idrus menegaskan bahwa pentingnya mensosialisasikan tahapan penyelenggaraan Pemilu kepada seluruh masyarakat agar tidak ada lagi warga yang tidak terdaftar atau namanya tidak ada dalam Pemilih tetap (DPT).

Untuk itu Idrus meminta warga agar atas kesadarannya sendiri pro aktif mengecek namanya sebagai pemilih melalu PPS yang ada di masing-masing kelurahan, juga bisa dilakukan pengecekan secara elektronik melalu laman resmi KPU.

Idrus mengatakan bahwa salah satu indikator penyelenggaraan Pemilu yang sukses dan berkualitas apabila tingkat partisipasi Pemilih meningkat dari Pemilu ke Pemilu. “Pemilu sebelumnya 2019, tingkat partisipasi pemilih mengalami peningkatan dari target sebelumnya 85 persen, namun partisipasi pemilih melampau target 86 persen, di Pemilu serentak 2024 berharap partisipasi Pemilih terus mengalami peningkatan yang signifikan dari sebelumnya,”harapnya.

Sementara Dr. Ibrahim Ismail mengatakan upaya untuk mensukseskan penyelenggaraan Pemilu serentak 2024, tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara Pemilu KPU dan , tetapi harus menjadi tanggung bersama semua stakholder atau semua komponen masyarakat, untuk itu Ibrahim menekankan pentingnya melakukan kepada masyarakat agar mereka mengerti dan memahami pentingnya menggunakan hak pilihnya secara baik dan tepat, sehingga output dari Pemilu baik legislatif maupun eksekutif benar-benar sesuai harapan dan dapat memperjuangkan aspirasi konstituen yang diwakilinya.

Adapun Ketua PERGUNU Sulteng, Nasaruddin Abd. Kadir, S.Ag., M.Si menekanan pentingnya mengedukasi atau memberi pendidikan Politik kepada Pemilih Pemula, yang mana mereka memiliki jumlah yang sangat signifikan yang usia mereka umumnya 17 tahun sampai 20-an.

Mereka ini masih labil, sehingga perlu diberi edukasi yang baik sehingga mereka tidak terbawa pada praktek dan prilaku politik yang pragmatis. “Mereka ini sebagian besarnya pelajar dan , dengan jumlah populasi mereka yang besar, pilihan dan suara mereka sangat menentukan dalam setiap kontestasi politik baik lokal maupun Nasional,”ujarnya. *ENG