SULTENG RAYA – Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Realestat Indonesia (REI) Sulawesi Tengah, Muhammad Rizal, memproyeksikan dua daerah yang paling potensial untuk dikembangkan industri properti yakni Kabupaten Morowali dan Kabupaten Poso.

Menurutnya, para member sedang melirik dua daerah itu berdasarkan pertimbangan pertumbuhan perekonomiannya. Namun, hal itu juga perlu dukungan pemerintah dan pengkajian secara mendalam ihwal tata ruang.

“Kalau melihat potensi, menelaah berdasarkan pertumbuhan ekonomi ada di Morowali. Namun, perlu kita kaji juga. Ada karakteristik tertentu yang berlaku disana, harus dicermati,” kata Ketua Muhammad Rizal kepada Sulteng Raya, Jumat (14/7/2023).

“Kemudian ada Kabupaten Poso, kita sudah didukung oleh perbankan yang sudah beroperasi disana, Bank BTN, harapannya kita pengembang ini akan bergerak ke Poso, dengan situasi yang makin kondusif di Poso insyaallah investasi akan kembali kesana. Beberapa pengembang sudah lirik-lirik lokasi disana,” ujarnya menambahkan.

Meski begitu, Ketua Rizal menekankan, investasi industri properti bukanlah investasi yang terjadi dalam waktu cepat, perlu serangkaian prosedur yang mempuni untuk mengagas bisnis tersebut, apalagi daerah yang baru.

“Tidak terjadi dalam waktu cepat ya, satu dua tahun mungkin belum, tapi arahnya itu terbaca kesana,” tutupnya.

Untuk diketahui, hingga saat ini, Kota dan Kabupaten masih menjadi daerah primadona untuk pembangunan bisnis perumahan, sebagian besar realisasi target member REI tiap tahunnya ada di dua daerah tersebut. RHT