SULTENG RAYA- Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Askab PSSI) melakukan penolakan keras terhadap keputusan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sulteng terkait Surat Keputusan (SK) tentang Pelaksana Tugas (Plt) Askab PSSI Sigi.

SK tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Asprov PSSI Sulteng Hadianto Rasyid dengan nomor surat 240/Asprov-PSSI-ST/VI-2023.

Penolakan itu disampaikan langsung oleh Ketua Askab PSSI Sigi Mohamad Irwan didampingi Sekretaris Askab Samuel Yansen Pongi di RTH Taman Taiganja Desa Kalukubula, Senin (10/7/2023).

“Kami dari pengurus Askab PSSI Sigi dan PS di wilayah Sigi, menolak keras surat dan SK yang dikeluarkan oleh Asprov PSSI Sulteng karena cacat hukum,” tegas Mohamad Irwan.

Mohamad Irwan yang juga mengatakan, SK yang diterbitkan terdapat kejanggalan tanggal, dari hasil rapat Komite eksekutif Asprov Sulteng tertanggal 23 Juni 2023 pukul 19.30 WITA. Sementara tanggal dikeluarkan SK Plt Askab PSSI Sigi tertanggal 8 April  2023.

“Seharusnya, surat penetapan SK Plt dilakukan sesudah rapat komite eksekutif,”Jelas Irwan.

Ia juga menjelaskan, dalam Statuta PSSI juga tidak dijelaskan atau diharuskan bila ada musyawarah harus dihadirkan Asprov PSSI Sulteng. Hal ini dibuktikan pada musyawarah Askab PSSI Sigi di tahun pertama dirinya memimpin, saat itu tidak dihadiri Asprov PSSI Sulteng namun musyawarah itu tetap diakui oleh Asprov PSSI Sulteng.

Ditambahkan, apa yang dituduhkan oleh Asprov PSSI Sulteng terkait pelaksanaan Kongres Askab PSSI Sigi tahun 2021 yang tidak mengundang Anggota Asprov PSSI Sulteng, hal tersebut tidak benar.

“Sebelum melaksanakan kongres, melalui Sekretaris Askab PSSI Sigi telah mengirim surat undangan untuk menghadiri kongres tersebut, namun pada saat pelaksanaan kongres tidak ada satupun anggota Asprov PSSI Sulteng yang hadir,” tegasnya.

Ia pun berharap untuk tidak mencampur adukkan antara olahraga dan Politik.

“Saat ini kami akan tetap melaksanakan kegiatan olahraga khususnya sepakbola, dan selama saya menjadi Ketua Askab PSSI Sigi, Asprov PSSI Sulteng tidak pernah melakukan pembinaan, pengawasan bahkan memberikan bantuan dana,” tegas Irwan.

Oleh karena itu, jangan membawa ke ruang ruang politik Olahraga ini dan mari jadikan olahraga yang murni tanpa ada hal hal tendensi lain.

“Jangan nanti melihat saya sebagai Ketua Askab PSSI Sigi sementara yang lain tidak,”ujarnya.

Selama ini kata Mohamad Irwan, Askab PSSI Sigi dan Askab daerah lain dalam kegiatan yang dilakukan berjalan masing-masing, dan tidak ada manajemen pembinaan dan pengawasan yang dilakukan oleh Asprov, apalagi terkait dengan pendanaan.

“Selama ini Askab-Askab melakukan kegiatan sendiri, baik itu Diklat wasit dan juri  serta hakim garis dan pembinaan SSB juga dilakukan sendiri, selama ini Asprov tidak pernah terlibat (memperhatikan), Asprov hanya masuk ke ruang-ruang lain bukan ke ruang-ruang olahraga,”kata .

Diinginkan Asprov PSSI Sulteng itu harap Mohamad Irwan, menjadi netral, menjadi bijak, lebih profesional dan terorganisir dalam berorganisasi, dalam ruang ruang yang baik.

“Ada dan tidak adanya PLT, PSSI di Sigi tetap berjalan biasa, dan kami anggap PLT itu tidak ada, serta tidak perlu lakukan kordinasi ke Asprov, karena akses ke sana tidak ada, sebab orang orang yang pantas menduduki pengurus Asprov disingkirkan. Olehnya sekali lagi, jangan membawa olahraga ke ranah politik,”tandasnya.FRY