SULTENG RAYA Perusahaan Umum Kantor Wilayah Sulawesi Tengah tidak menampik, isu el nino jadi bahan perhatian untuk ketahanan stok pangan. Untuk itu, pihaknya terus memaksimalkan serapan lokal sesuai dengan instruksi Bulog Pusat.

Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Sulteng, Heriswan, mengatakan, saat ini pihaknya terus memantau kondisi panen di Kabupaten Banggai untuk menambah cadangan beras baik PSO maupun komersial. Selain itu, juga tidak menutup kesempatan penyerapan jika dalam perjalanan, kabupaten melakukan panen.

“Dari kantor pusat memang mengarahkan untuk daerah-daerah mengantisipasi kondisi yang ada, saat ini kami sedang melakukan penyerapan di Luwuk, panen disana masih ada sisa-sisa yang bisa diserap,” katanya kepada awak media, belum lama ini.

Disamping itu, Bulog Sulteng juga terus melakukan koordinasi lintas kantor wilayah di Indonesia memaksimalkan potensi yang bisa dibawa ke Sulteng untuk ketahanan stok beras.

“Bulog yang sentra produksinya tinggi, akan kami coba buat permintaan. Nanti akan dikirim kesini. Antisipasi ini, lebih kepada penguatan stok,” katanya.

Pimwil merinci, saat ini serapan beras lokal per semester I 2023 sebanyak 2.532 ton atau 10,2 persen dari target 2023. Ia memproyeksikan hingga menutup tahun, pihaknya dapat memenuhi setidaknya 50 persen dari beban target.

“Tapi, stok kami aman untuk tiga bulan kedepan. Stok kami saat ini 4.300 ton yang tersebar di gudang-gudang di Sulteng. Yang mana, cadangan PSO 3.600 ton, dan beras komersil 644 ton,” tutup Pimwil Heriswan. RHT