RAYA – Finansialku dan PT Jiwa IFG () bersinergi untuk menghadirkan solusi bagi tantangan dan dilema yang dihadapi oleh “sandwich generation” dalam merencanakan keuangan, termasuk mengatur prioritas antara mengejar cuan atau memberikan proteksi yang layak bagi kedua orang tua.

Perubahan dan demografis telah menciptakan fenomena yang dikenal dengan istilah “sandwich generation” atau generasi sandwich, yang merupakan fenomena generasi tengah menghadapi tantangan yang kompleks dan tuntutan dari generasi di atas dan di bawahnya.

Salah satu tantangan yang dihadapi oleh generasi sandwich adalah menanggung kebutuhan berobat orang tua yang sudah pensiun dan lebih rentan terkena penyakit, di tengah inflasi biaya kesehatan yang cenderung naik setiap tahunnya.

Chief Financial Officer IFG Life, Ryan Diastana Firman, menuturkan, salah satu solusi untuk mengelola finansial yang baik bagi generasi sandwich adalah dengan membeli proteksi untuk orang tua, diri, dan keluarga, serta mengalihkan risiko kepada perusahaan asuransi.

Proteksi dalam asuransi dapat mencakup berbagai risiko seperti kematian, kecelakaan, cacat, penyakit serius, kerugian properti, atau tanggung jawab hukum.

“Dengan memiliki polis asuransi yang tepat, kita dapat mengalihkan risiko tersebut kepada perusahaan asuransi, yang akan memberikan manfaat atau penggantian finansial jika risiko terjadi,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Sulteng Raya, Sabtu (24/6/2023).

Menurutnya, sandwich generation merupakan hal yang sulit dihindari karena sudah menjadi warisan budaya dari generasi sebelumnya. Memutus rantai generasi sandwich juga bukanlah hal yang mudah, sehingga diperlukan konsistensi dan usaha untuk melakukannya.

Perlindungan yang diberikan oleh asuransi dapat membantu melindungi , mengurangi beban finansial yang tidak terduga, serta memberikan keamanan dan ketenangan pikiran bagi pemegang polis dan keluarga mereka.

“Ini dapat menjadi solusi yang baik untuk tantangan dan dilema yang dihadapi oleh generasi sandwich,” ujarnya.

IFG Life dan Finansialku berkolaborasi dengan Universitas Negeri Jakarta Prodi S1 Manajemen UNJ menyelenggarakan Smart Talks bertema “Terjebak di Antara Dua Pilihan: Mengejar Cuan atau Proteksi Bokap Nyokap?”

Acara yang digelar di Auditorium Prof. Dr. Maftuchah Yusuf, Universitas Negeri Jakarta tersebut ramai dihadiri oleh para peserta dari generasi Z juga generasi millennial yang antusias untuk memahami dan mencari solusi terhadap tantangan keuangan yang dihadapi oleh generasi sandwich.

Hadir sebagai pembicara dalam acara Smart Talks tersebut yaitu Melvin Mumpuni CFP® (CEO & Founder Finansialku) dan Ryan Diastana Firman (Chief Financial Officer IFG Life). Para pembicara membahas strategi yang dapat dilakukan generation sandwich dalam mewujudkan tujuan keuangannya.

Acara ini juga merupakan bagian dari rangkaian program lingkungan () IFG Life yang berkaitan dengan . Dalam acara ini dibahas mengenai strategi tepat mengelola keuangan bagi para pejuang generation sandwich, pentingnya asuransi bagi pribadi dan orang tua, sampai hal-hal yang harus diperhatikan sebelum membeli .

Sepanjang 2023, terdapat 4 program yang dilaksanakan baik secara online maupun offline. Pada edisi kali ini akan dilaksanakan secara offline di UNJ dengan target audience Gen-Z atau mereka yang memiliki kisaran umur 18 – 25 tahun.

Selain program ini, akan dilakukan program-program lainnya secara online dengan topik-topik hangat terkini. Tujuannya adalah untuk memberikan kepada generasi muda untuk mempersiapkan diri di masa mendatang.

Melalui acara Smart Talks ini, diharapkan anak-anak muda dapat terbantu untuk semakin melek dalam hal finansial. Diharapkan juga kerja sama antara institusi keuangan dan pendidikan di Indonesia semakin solid dan erat untuk dapat sama-sama mencerdaskan generasi muda Indonesia.

Finansialku dan IFG Life berkomitmen untuk terus memberikan dukungan kepada masyarakat Indonesia dalam meningkatkan literasi dan merencanakan keuangan dengan bijak, khususnya memahami pentingnya asuransi bagi pribadi dan orang tua, dan pertimbangan sebelum membeli produk asuransi. RHT