RAYA – PT Bursa Efek Indonesia () Kantor Perwakilan Sulawesi Tengah menargetkan pertumbuhan 35 persen tahun ini.

Saat ini, pada 2022, jumlah investor di Sulteng mencapai 18.021 investor.

Kepala Kantor PT BEI Sulteng, Putri Irnawati, mengatakan, pihaknya memiliki sejumlah strategi demi mencapai target tersebut. Salah satu ‘action' paling mendasar yakni berkolaborasi dengan lintas stakeholder untuk meningkatkan literasi dan kepada masyarakat ihwal pasar modal, serta publikasi konten edukasi di media dan media massa.

“Kita terus berupaya melakukan kolaborasi-kolaborasi dengan beberapa stakeholder supaya lebih kenal lagi pasar modal itu apa, cara menjadi investor seperti apa, dan apa risiko mereka ketika menjadi investor. Jadi tetap edukasi dan literasi, itu yang penting. Kita tetap dampingi,” kata Putri saat Media Gathering, di salah satu hotel di , Senin (3/4/2023).

Disamping itu, Putri juga menjabarkan, hingga akhir Februari 2023, BEI mencatatkan pasar modal sekita Rp900-an miliar, angka itu masih sangat berpotensi tumbuh. Bahkan, dirinya optimistis dapat melampaui transaksi tahun lalu sebesar Rp7,6 triliun.

Rasa optimis itu bahkan didukung oleh intensitas transaksi investor di Sulteng yang begitu tinggi. Putri menyebut, investor dengan range umur 40 tahun keatas mendominasi transaksi-transaksi jumbo pasar modal di Sulteng.

“Transaksi bulanan yang tercatat di BEI Sulteng Rp300-Rp400 miliar rerata. Dari Januari sampai Maret, transaksi yang dibukukan sekitar Rp900 miliar,” tuturnya.

Sementara itu, Executive Trainer PT BEI Sulteng, Dendy F. Amin, total transaksi pasar modal Sulteng didominasi oleh sekuritas yang belum memiliki operasional di Sulteng yakni Sinar Mas Sekuritas. Hal itu disinyalir karena tingkat kepercayaan terhadap sekuritas itu yang begitu tinggi.

“Ternyata dari total aset yang paling besar ternyata Sinar Mas Sekuritas, PT Ajaib Sekuritas Asia, Sekuritas, dan BNI Sekuritas, pembukaan rekening online membuat orang fleksibel melakukan pembukaan rekening online,” tutupnya. RHT