RAYA – Sejumlah tokoh masyarakat di Kabupaten Buol mendorong Dr. Sadri, S.PdI, MM, M.Pd untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Buol tahun 2024 mendatang. Hal itu dilakukan karena keinginan masyarakat yang begitu deras ingin mendukung putra kelahiran Bunobogu itu dalam Pemilihan Bupati maupun Wakil Bupati Buol untuk periode selanjutnya.

Salah seorang tokoh masyarakat, Masrul D. Hasyim mengakui, berbekal dengan ilmu pemerintahan Dr. Sadri dinilai pantas untuk maju dalam kompetisi Pilkada 2024. “Saya sangat yakin karena kita butuhkan beliau (Sadri), karena membangun daerah tidak hanya mengandalkan kemampuan yang ada di daerah, bagaimana berkolaborasi dengan pusat dan itulah yang dia miliki,” kata Masrul yang juga Ketua Kabupaten Buol kepada Sulteng Raya, Jumat (20/10/2023).

Masrul D. Hasyim

Masrul yang juga dulunya pernah memimpin Dinas Masyarakat Desa (Pemdes) Kabupaten Buol hampir lima tahun itu telah merasakan, saat dirinya memimpin dinas mengakui kalau kita mempunyai korelasi dengan pusat itu sangat mudah serta ada peluang-peluang yang bisa kita berkolaborasi, berkomunikasi dan ada fasilitas yang kita dapatkan. Sehingga, dengan kehadiran figur muda seperti Sadri sangat pantas dan layak untuk memimpin Kabupaten Buol kedepannya.

Hal yang sama juga disampaikan Tokoh Pemuda Buol, Samsudin menjelaskan, dalam menghadapi hajatan besar masyarakat Buol pada event Pilkada 2024 telah menjadi pembicaraan yang hangat di kalangan grassroot, bahkan di unsur-unsur masyarakat Kabupaten Buol, bahwa Dr. Sadri adalah salah satu tokoh muda berpotensi dan diharapkan maju sebagai bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Buol. Hal ini terinspirasi dari kemampuan Dr. Sadri dari segala sisi, baik dari persoalan birokrasi dan pemerintahan maupun sisi sosial kemasyarakatan.

“Dari sisi birokrasi pemerintahan, sudah tidak dapat dipungkiri bahkan semua pelaku-pelaku pemerintahan dari tingkat OPD sampai dengan , eksekutif, legislatif mengenal beliau (Sadri) apalagi tempat beliau sekarang kita sudah tahu di Kementerian Dalam Negeri. Hal ini sangat mempengaruhi elektabilitas beliau untuk bisa kiranya bersaing dengan beberapa tokoh-tokoh yang ingin maju pada hajatan akbar Pilkada Buol 2024,” kata Samsudin yang juga pengurus MUI Kabupaten Buol itu.

Samsudin juga menyebutkan, sejumlah tokoh yang bermunculan dan mereka juga mempunyai kompetensi yang hampir sama, tetapi pada prinsipnya kita butuh Buol itu ada perubahan, butuh figur muda yang energik yang bisa membawa Kabupaten Buol ke arah yang lebih baik, bukan berarti Buol sekarang kurang baik, tetapi pada prinsipnya kehadiran Dr. Sadri ini diharapkan memberikan warna baru tersendiri dalam perhelatan, dalam urusan-urusan seperti apa yang Dr. Sadri emban sekarang ini. “Dari sisi sosial kemasyarakatan, Dr. Sadri ini walaupun tidak terkesan riya, tapi nda apa-apa kita sampaikan, bahwa hampir di semua di donatur namanya tercatat, baik di Muhammadiyah, NU, dan organisasi masyarakat lainnya, demikian pula di organisasi Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia Kabupaten Buol, beliau sempat menghadirkan pengurus Buol itu di event nasional di Sumatera Barat, itu berkat bantuan Dr. Sadri yang memikirkan tiket pulang pergi pengurus,” kata Ketua Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia Kabupaten Buol itu.

Samsudin juga mengucapkan, terima kasih atas inisiatif kepedulian terhadap masyarakat Buol. “Atas nama Pemuda Buol mengucapkan banyak terima kasih, semoga apa yang menjadi motivasi dari Adinda Dr. Sadri ini bisa diterima dan menjadi pahala disisi Allah SWT. Buol Memanggil, Pogogul butuh figur dan butuh perubahan, perubahan itu diawali Insha Allah adanya warna baru, adanya Dr. Sadri yang bisa bersama-sama di event Pilkada 2024,” ucapnya.

Sementara, Dr. Sadri yang dihubungi Sulteng Raya mengaku terpanggil untuk ikut dalam kontestasi Pilkada 2024 di Kabupaten Buol, karena dirinya begitu peduli dengan Buol daerah kelahirannya, sampai membantu mendorong Kabupaten Buol sampai berganti-ganti bupati, dirinya dengan tulus tanpa pamrih membantu Pemerintah Kabupaten Buol demi pengembangan ekonomi masyarakat. Selain itu, dirinya juga turut terlibat sebagai tim operasional dalam pemekaran Kabupaten Buol berpisah dari induknya Kabupaten Tolitoli.

Sebagai anak muda, Dr. Sadri sangat tidak diragukan dengan kemampuan relasi dan komunikasi pusat dan daerah. Dirinya sangat paham betul situasi walaupun berkarir di pusat dan jika diamanatkan rakyat Kabupaten Buol menjadi bupati dirinya mengaku siap. Selain itu, tidak diragukan lagi bagaimana secara materil terus membantu memikirkan masyarakat agar melakukan perubahan.

Dirinya juga paham betul dari sisi infrastruktur, SDM dan potensi alam Kabupaten Buol agar bisa bersaing dengan daerah lain. Sadri sapaan akrabnya sangat memahami, sebagai kader dan putra Kabupaten Buol yang merantau dengan berbagai pengalaman setiap saat memberikan masukan dan bahkan membantu masuk ke daerah Kabupaten Buol.

Sebagai putra daerah, Dr. Sadri sangat peduli dan melihat Buol sebenarnya bisa maju dengan daerah lain dengan menata SDM, sumber daya alam yang melimpah dan mengembangkan pariwisata Kabupaten Buol yang cukup, , kelautan dan peternakan serta menempatkan tenaga sesuai dengan keahliannya, menghentikan berbagai praktek korupsi yang merugikan masyarakat, dimana masyarakat harus diperhatikan kesejahteraannya, diberikan lapangan kerja dan melakukaan kemitraan dengan masyarakat pusat untuk mengembangkan Kabupaten Buol dan berkolaborasi dengan baik dari berbagai macam pihak, menjaga kerukunan, keamanan, serta menghargai perbedaan demi meujudkan masyarakat yang adil dan tentram.

Selain itu, Dr. Sadri juga menyeroti lapangan pekerjaan serta investasi yang kurang padahal Kabupaten Buol potensinya sangat besar, sehingga kehadiran figur muda yang potensial dan peduli dengan kesejahteraan masyarakat serta menghadirkan rasa aman, persamaan dimata hukum, mengayomi semua golongan, agama, ras dan suku menciptakan lapangan kerja dan rasa aman di masyarakat Buol.

Diketahui, Dr. Sadri merupakan putra kelahiran Bunobogu Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah yang lahir pada tanggal 10 Juli 1980. Dirinya dibesarkan dari  seorang dan ibunya berprofesi sebagai ibu rumah tangga, sejak kecil Dr. Sadri taat kepada orang tua, mandiri dan gigi dalam mengejar cita-citanya serta selalu ingin melakukan perubahan dalam lingkungannya.

Dalam perjalanan karirnya, Dr. Sadri telah menyelesaikan jenjang pendidikan SDN 02 Bunobogu tahun 1991, menyelesaikan SMPN No 1 Bunobogu tahun 1997, SMA Negeri 1 Bunobu tahun 1994, S2 Uhamka Jakarta tahun 2014, S3 Intitut Pemerintahan Dalam Negeri tahun 2023. Dalam karir PNS, menjadi guru pada SMP Negeri 18 Palu dan SMK Negeri Kelautan Mamboro dan juga sebagai Dosen Unismuh Palu, ASMI SITA Palu dan sejak di Jakarta menjadi Dosen di Uhamka dan di berbagai kampus lainnya di Jakarta. Selain itu, juga menjabat sebagai Kepala Perwakilan Penghubung Pemerintah di Jakarta kemudian mutasi dinas di Kementerian Dalam Negeri sampai saat ini. */YAT