SULTENG RAYA – Harus diakui bahwa roda dua merupakan kendaraan yang paling simple dan praktis digunakan karena terjangkau harganya dan efisiensi bahan bakar serta waktu tempuh perjalanan yang lebih cepat.

Yusman selaku Instruktur safety riding Anugerah menjelaskan, mengendarai sepeda matik berbeda dengan motor kopling, apalagi ketika menemui jalanan menurun. Hal ini perlu diperhatikan untuk meningkatkan keselamatan berkendara. yang perlu diingat, motor matik bukan seperti motor kopling yang bisa engine brake. Pengendara harus paham bagaimana mengendalikannya.

Belum lagi kata dia, ketika menghadapi tanjakan atau menurun. Untuk menjaga performa kendaraan dan mengurangi potensi terjadinya insiden kecelakaan, terlebih dahulu lakukanlah pemeriksaan diri juga kendaraan yang akan digunakan mulai dari bahan bakar, oli, rantai, ban, kopling, rem, lampu dan perangkat pendukung lainnya.

Yusman menyebutkan, beberapa tips aman berkendara dari Honda diantaranya, kenali kondisi rute yang akan dilalui dengan memastikan bahwa kita mengetahui rute atau kondisi jalan agar kita dapat antisipasi terlebih dahulu berbagai macam jalur yang akan dilewati. Selanjutnya, turunan dengan motor matik, saat akan memasuki jalan menurun, sebaiknya kurangi kecepatan jauh sebelum memasuki jalan menurun yaitu dengan menurunkan gas dan pertahankan kecepatan sepeda motor dengan menggunakan rem depan atau belakang secara bergantian. “Karena itu, pertahankan gas rendah dan bantu dengan rem. Bila dirasakan pengereman kurang optimal, berhentilah atau menepi sejenak ketika melewati jalan turunan dengan rute panjang untuk mendinginkan rem depan dan belakang,” katanya.

Berikutnya lanjut dia, utamakan rem depan untuk menahan bobot motor terdorong ke depan ketika melintasi jalan menurun, posisikan rem belakang hanya alat bantu. Jika dibagi bisa 80 persen depan, 20 persen untuk pengereman belakang. Selanjutnya, untuk menghadapi jalan menanjak, sebelum memasuki jalan menanjak, manfaatkan akselerasi atau momentum dengan menambah gas, jauh sebelum jalan menanjak. lalu perhatikan kecepatan dan kurangi gas saat sudah mendekati puncak atau jalan rata, lakukan semua sembari memperhatikan situasi sekitar.

Sementara, ketika harus berhenti di tanjakan, komposisi rem belakang sebaiknya lebih besar yang berguna untuk menahan gaya dorong kendaraan ke belakang. Lalu hindari posisi di belakang kendaraan berukuran besar, seperti truk dan bus namun bila terpaksa harus berada di belakang kendaraan besar ambilah posisi di sebelah kiri atau mengambil posisi paling aman di belakangnya. “Posisi saat berkendara di jalur tanjakan yaitu posisikan badan condong ke depan agar roda depan mendapatkan cengkeraman kuat terhadap permukaan jalan. Demikian pula saat berkendara jalur turunan, posisikan postur badan condong ke belakang,” jelasnya.

“Nah, itu dia beberapa tips teknik berkendara sepeda motor pada saat melewati jalan tanjakan atau menurun yang bisa diterapkan agar lebih aman. Semoga dengan upaya kami memberikan tips keselamatan kepada seluruh masyarakat Sulawesi Tengah, dapat membantu masyarakat untuk tetap mendapatkan pengetahuan tentang berkendara yang aman dalam aktivitas berkendara sehari-hari. Jangan lupa pakai helm dan jaketmu #Cari_Aman Saat Naik Motor Honda,” jelas Yusman. */YAN