RAYA-Sebanyak tiga dosen Universitas Muhammadiyah () Palu, melakukan pengabdian pada masyarakat di Kelurahan Kawatuna, Kecamatan Mantikulore, ,  melalui keterampilan dengan menyasar kelompok Pemulung Poi Panda, sebanyak 10 orang.

Ketiga dosen itu masing-masing Dr. Muliadi. SH,. MH selaku Ketua Tim Pengabdi, dengan masing-masing anggota Dr. Samsuria. SH,. MH, dan Abdurahman, SE., MM, serta melibatkan seorang atas nama Moh. Ade Irawan.

Para pemulung itu, mendapatkan pelatihan keterampilan cara membuat tas dari bahan limbah pembungkus Minuman Jas Jus, mulai dari pemilihan bahan, membersihkan bahan, menggunting, pelipatan, sampai pada proses penganyaman hingga menjadi tas cantik bernilai ekonomi.

Proses pembuatan bervariasi tergantung besaran tas yang ingin dibuat, untuk tas kecil hanya memakan waktu sekitar satu sampai dua jam, sementara tas yang lebih besar bisa memakan waktu dua hari dengan bahan yang dibutuhkan berkisar 400 sampai 500 bungkus minuman Jas Jus.

Begitu juga dengan harga jual, untuk tas besar bisa dihargai berkisar Rp60 ribu hingga Rp100 ribu, sementara tas kecil berkisar Rp30 ribu sampai Rp40 ribu. “Ini tujuannya agar saudara-saudara kita yang berprofesi sebagai pemulung, bisa meningkat taraf ekonominya, mendapatkan penghasilan di luar dari hasil mulung,”jelas Dr. Muliadi, Kamis (24/8/2023).

Hasil pelatihan keterampilan cara membuat tas dari bahan limbah pembungkus Minuman Jas Jus kelompok Pemulung Poi Panda. Kamis (24/8/2023). Foto: LPPM Unismuh Palu

Kegiatan pelatihan itu dilakukan selama dua hari, dari tanggal 24 sampai 25 Agustus 2023, di Kelurahan Kawatuna, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu.

Sebelum proses praktek, para peserta pelatihan terlebih dahulu mendapatkan materi, masing-masing materi pertama terkait Kelembagaan dan Penguatan Kelompok oleh Dr.Hut. Ice Anugrahsari, S.Hut., M.P dan materi kedua terkait Manajemen Kewirausahaan oleh Dr. Rukhayati, SE., MM.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unismuh Palu ini menambahkan, seharusnya kegiatan tersebut tidak sampai di situ saja, sebab masih ada tahapan berikutnya yang tidak kalah penting untuk diberikan kepada masyarakat, yakni manajemen pemasaran.

Sebab kendala terbesar masyarakat itu setelah produksi adalah pemasaran hasil produksi. “Ini kendala besar yang kami sering dapatkan di lapangan, yakni pemasarannya, bagaimana cara mereka pasarkan dan di pasarkan ke mana, ini yang sering jadi kendala mereka,”sebut Muliadi.

Untuk itu, Ia berharap agar kegiatan pengabdian berikutnya lebih pada manajemen pemasarannya, sebagai bentuk penyempurnaan pengabdian di kelompok Pemulung Poi Panda itu.

Kegiatan pengabdian ini adalah program pengabdian BIMA Tahun 2023 didanai oleh Kemenristek Dikti tahun 2023 . ENG