RAYA – Satuan Tugas Tindak Perdagangan Orang (Satgas TPPO) tengah menangani 13 kasus kategori TPPO.

Hal itu disampaikan Kabidhumas Polda Sulteng, Kombes Djoko Wienartono dalam siaran persnya, Rabu (14/6/2023). “Ada 13 kasus kategori TPPO yang saat ini sedang ditangani Polda Sulteng dan jajaran terhitung mulai tanggal 5 Juni sampai dengan 14 Juni 2023,” kata Kombes Pol. Djoko Wienartono.

Djoko juga mengatakan, dari 13 kasus tersebut, jumlah korban TPPO sebanyak 16 orang dimana korban dewasa 11 orang dan anak-anak 5 orang, tersangka sebanyak 14 orang. Adapun jenis kasus kategori TPPO yang sementara ditangani Polda Sulteng dan jajaran adalah terkait Pekerja Migran Indonesia (PMI) 2 kasus, Pekerja Seks Komersil (PSK) 7 kasus dan eksploitasi anak 4 kasus.

Djoko juga menjelaskan, untuk menindak lanjuti perintah dalam penanganan TPPO, Polda Sulteng telah menetapkan Target Operasi (TO) pengungkapan TPPO, dimana Ditreskrimum Polda Sulteng TO 5 kasus, Polresta TO 3 kasus dan jajaran lain masing-masing TO 2 kasus.

“Untuk mencegah terjadinya tindak pidana perdagangan orang diharapkan adanya kerjasama seluruh masyarakat dan stakeholder terkait. Masyarakat hati-hati dan cek kembali apabila ada yang menawari untuk bekerja ke luar negeri dengan janji gaji yang menggiurkan, apabila itu melalui perusahaan jasa penyalur tenaga kerja agar dichek reputasi dan ijin operasionalnya,” pesan Kabidhumas.

“Kepada orang tua untuk melakukan pengawasan dan terus mengecek putrinya, terlebih yang belum dewasa atau masih di bawah umur agar tidak terlibat dalam pergaulan seks bebas yang akhirnya akan dieksploitasi secara seksual oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” imbaunya. */YAT