SULTENG RAYA- Empat Universitas Tadulako (Untad) berhasil lolos audisi Orkestra Gita Bahana Nusantara (GBN) tahun 2023  yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia.

Mereka adalah Shara Aulia Ramadani, mahasiswi jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Christianingrum, mahasiswi jurusan  Agribisnis, Fakultas Pertanian, Riski Paskal Maong, mahasiswa jurusan Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, dan Jumhur, mahasiswa Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Dalam wawancara bersama Humas Untad, Riski Paskal menceritakan proses dari audisi hingga terpilihnya mereka ke tingkat nasional. 

“Untuk terpilih menjadi anggota paduan suara GBN 2023, kami harus melewati  beberapa tahapan audisi. Audisi digelar pada 8 -9 Juni bertempat di Hotel Santika . Setiap peserta mewakili kota dan kabupaten di Sulteng, jadi setiap daerah mengutus 4 orang, kecuali Kota Palu, sehingga total menjadi 42 peserta dari Sulteng,” jelas Riski. 

Penilaian terdiri dari vokal, ambitus, ekspresi wajah, kemampuan membaca not dan jenis suara. Dimana nantinya akan ada empat jenis suara yang akan dipilih yakni Alto, Sopran, Tenor, dan Bass.

Riski menambahkan, bahwa setelah melewati proses seleksi, mereka akan berangkat ke Jakarta di awal bulan Agustus untuk mengikuti pemusatan latihan bersama dengan peserta lain dari seluruh Indonesia. Selama masa karantina, para peserta akan berlatih vokal bersama, sebelum akhirnya tampil pada puncak peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 di Istana Negara.

“Tahun ini adalah tahun spesial karena rencanaya tahun ini akan menjadi tahun terakhir HUT Kemerdekaan RI dirayakan di istana negara, setelah ini akan pindah ke IKN.  Jadi selain tampil di istana negara, akan ada konser publik juga,” terang Riski.

Riski berharap mahasiswa Untad lainnya juga dapat memperoleh prestasi yang sama. Ia menitip pesan kepada rekan-rekan mahasiswa yang tertarik mengikuti audisi GBN tahun depan agar mempersiapkan diri sebaik baiknya.

Menurut Riski, selain memiliki kemampuan vokal yang mumpuni, peserta GBN juga harus mampu membaca not sebagai syarat agar lolos audisi.

Dilansir dari laman Kemendikbudristek, Gita Bahana Nusantara dibentuk pada tahun 2003 dan merupakan pergelaran orkestra yang dikolaborasikan dengan instrumen musik nasional. Pesertanya terdiri dari gabungan pemusik dan vokalis muda terbaik dari seluruh provinsi di Indonesia.

Gita Bahana Nusantara terdiri dari tiga tim, yaitu tim paduan suara, tim orkestra dan tim aubade dan menjadi wadah generasi muda dari seluruh Indonesia dalam bidang musik. Adapun tujuan pembentukan Gita Bahana Nusantara adalah untuk membangun karakter dan jati diri bangsa, memupuk rasa kebersamaan dan nasionalisme serta meningkatkan apresiasi seni di kalangan generasi muda.*ENG