SULTENG RAYA – Enam orang diduga terlibat prostitusi booking online (B.O) digerebek anggota Subdit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Ditreskrimum Polda Sulteng, di salah satu hotel di Jalan Rajawali kota , Ahad (29/5/2023).

Empat orang ditetapkan tersangka, tiga diantaranya adalah dari perguruan tinggi terkemuka di Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Subdit PPA Ditreskrimum Polda Sulteng telah mengamankan enam orang diduga terlibat prostitusi online,” kata Kabidhumas Polda Sulteng, Kombes Pol Djoko Wienartono di Palu, Senin (5/6/2023).

“Penangkapakan dilakukan setelah tim menerima dari masyarakat dan ditindaklanjuti dengan melakukan penggrebekan di salah satu hotel yang ada di Jalan Rajawali, Palu pada Minggu (28/5/2023),” terangnya.

Djoko juga menerangkan, dua wanita dan empat pria turut diamankan saat dilakukan penggerebekan, berikut 6 buah smartphone berbagai merk, 2 lembar bill hotel dan 1 lembar Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Ia juga menyebut, empat pria yang diamankan masing-masing inisial IJM (23), mahasiswa, alamat Tanamodindi Palu, MDR (28) mahasiswa, alamat Birobuli Utara Palu, ADP (24) mahasiswa, alamat Besusu Timur Palu dan MA (24) alamat Lolu Selatan Palu.

“Tiga mahasiswa ini berasal dari perguruan tinggi ternama di Sulteng, sementara 2 wanita yang turut diamankan adalah inisial D (21), pekerjaan tidak ada, alamat Dolo Selatan dan inisial RA (19), pekerjaan tidak ada, alamat Birobuli Palu Selatan,” jelasnya.

Lanjut Kabidhumas Polda Sulteng itu menjelaskan, prostitusi online ini dilakukan dengan cara pelaku terlebih dahulu melakukan booking 2 kamar hotel di Jalan Rajawali, 1 kamar untuk stay pelaku dan korban, sementara 1 kamar untuk melayani tamu booking online (B.O).

“Pelayanan B.O dilakukan melalui aplikasi MiChat yang dibuat pelaku, selanjutnya mempromosikan korban yang akan melayani open booking online. Setelah terjadi komunikasi dan kesepakatan dengan akun yang masuk atau tamu, maka wanita yang disiapkan memberikan pelayanan di kamar hotel yang sudah disiapkan,” ujarnya.

Mantan Wadirreskrimum Polda Sulteng itu juga mengungkapkan, jasa praktek prostitusi booking online ini bervariasi mulai Rp500.000 hingga Rp1.200.000, dimana pelaku akan mendapatkan dari pelayanan B.O mulai dari Rp100.000 hingga Rp400.000.

“Empat orang telah ditetapkan tersangka yaitu IJM, MDR, ADP dan MA serta dijerat pasal 296 KUHP dengan ancaman penjara 1 tahun 4 bulan dana tau pasal 506 KUHP dengan ancaman kurungan 3 bulan,” tegasnya. */YAT