RAYA – Badan Pengawas Pemilihan Umum () Provinsi Sulawesi Tengah melaksanakan  sosialisasi pengawasan Pemilihan Umum (Pemilu) partisipatif tahun 2023 di salah satu Hotel , Jumat (26/5/2023).

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Alumni Sekolah Kader Pengawas Pemilu (SKPP) ,   dan Kota , media massa, organisasi masyarakat (ormas), Komunitas Stand Up Comedy serta Badan Eksekutif (BEM).

Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu Sulteng, Nasrun  menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu.

Sebagai lembaga pengawas pemilu, Bawaslu memiliki tugas yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017. Tugas utamanya terdiri dari tiga hal, yaitu mengawasi, mencegah, dan menindak. Dalam mengawasi Pemilu, Bawaslu melaksanakan pengawasan melekat di Komisi Pemilihan Umum () untuk memastikan semua tahapan pemilu berjalan dengan baik.

Tugas pencegahan Bawaslu meliputi penanganan dugaan pelanggaran dan sengketa Pemilu. Terdapat tiga jenis pelanggaran Pemilu yang harus diwaspadai, yaitu pelanggaran administratif, pemilu, dan etik. Upaya pencegahan dilakukan secara partisipatif dengan tujuan meminimalisir terjadinya pelanggaran dan menjaga kualitas Pemilu agar tidak menurun, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi.

Selain itu, Bawaslu juga berkomitmen untuk menjaga netralitas penyelenggara Pemilu, sehingga proses pemilihan berjalan adil dan tidak terdapat intervensi dari pihak manapun. Tindakan juga akan diambil apabila terjadi pelanggaran yang melanggar aturan yang berlaku.

Partisipasi masyarakat dalam Pemilu sangat penting. Selain partisipasi sebagai peserta Pemilu dan menyalurkan hak pilih, masyarakat juga diharapkan turut serta dalam mengawasi jalannya Pemilu. Dalam hal ini, partisipasi media massa, pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan mahasiswa menjadi hal yang sangat diharapkan untuk menciptakan Pemilu yang demokratis dan transparan.

Diharapkan melalui kegiatan sosialisasi ini, partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu dapat meningkat sehingga proses Pemilu berjalan lancar, adil, dan demokratis. Bawaslu Sulteng akan terus berupaya mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengawasan partisipatif dan menjaga integritas serta netralitas dalam pelaksanaan Pemilu.

Selain Nasrun, narasumber lainnya dalam sosialisasi itu adalah Anggota DKPP RI,  Ratna Dewi Pettalolo yang mendorong pentingnya menjaga Integritas Pemilu tahun 2024. WAN