RAYA- Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah () melaksanakan buka puasa bersama dengan unsur pimpinan universitas, PDM , Ortom, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), dan .

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula FAI, Ahad (2/4/2023) sore. Dekan FAI Unismuh Palu, Dr. Moh. Rizal Masdul mengatakan, jika ini menjadi agenda tahunan bersama universitas sekaligus menjadi ajang silaturahmi dengan unsur pimpinan.

Bukan hanya ajang silaturahmi dengan unsur pimpinan di tingkat universitas dan fakultas, melainkan juga PDM Kota Palu, Ortom, dan AUM. “Karena kesibukan yang begitu padat, terkadang agak sulit bertemu, sehingga melalui bulan ini dan buka puasa bersama, kita bisa saling bertemu dan mempererat tali silaturahmi antar pimpinan,”sebut Rizal Masdul.

Suasana pelaksanaan buka puasa bersama di Aula FAI, Ahad (2/4/2023) sore. Foto: Amiluddin

Hadir dalam kesempatan itu, Rektor Unismuh Palu, Prof. Dr. , SE., MM dan sejumlah ketua-ketua lembaga. “Ini tidak semua hadir, karena sebagian telah mengikuti kegiatan di luar kota,”sebut Prof Rajindra.

Sementara itu, Ustadz Mulkus Kisman, S.Ag., M.Pd dalam ceramahnya menjelang buka puasa bersama mengatakan, salah satu tujuan puasa adalah mengantarkan orang pada derajat taqwa.

Katanya, sesungguhnya hakikat dari taqwa adalah kehati-hatian. Apabila dikaitkan dengan pelaksanaan ibadah puasa, sudah barang pasti kehati-hatian itu tidak hanya sebatas melaksanakan segala syarat dan rukun puasa, atau semaksimal mungkin mengindarkan diri dari segala hal yang akan membatalkannya. Lebih dari itu, juga harus memelihara diri dari melakukan hal-hal yang pada akhirnya akan mengurangi bahkan menghilangkan pahala dari puasa.

Lebih lanjut kata Ustadz Mulkus, karena orang yang bertaqwa itu adalah orang yang berhati-hati, maka dalam praktek keseharian sangat penting berhati-hati dalam menjalankan amanah bagi mereka yang diberi amanah, seperti rektor, dekan, dan unsur pimpinan lainnya. Sebab orang bertaqwa tidak akan menyalahi amanah yang telah diberikan kepada mereka.

“Orang yang diberi amanah akan berhati-hati dalam menjalankan amanah. Karena orang bertaqwa dalam menapaki hidup ini penuh kehati-hatian,”sebutnya.

Untuk itu katanya, usai Ramadan ini, harus ada perubahan seperti cara berpikir, ahlak, tingka laku, ibadah, bahkan katanya amaliyah-amaliyah Ramadan, setelah Ramadan harus tetap dilanjutkan.

Ia juga mengutip pernyataan Prof Amin Rais, bahwa harus banyak belajar dari kupu-kupu, dimana sebelum menjadi kupu-kupu diawali dari ulat yang begitu menjijikan, dan memiliki sifat rakus, semua jenis daun dia makan, dan manusia terkadang memiliki sifat seperti itu (rakus).

Namun dalam hidupnya yang menjijikan itu, mengalami kontemplasi menjadi kepompong, dan pada akhirnya menjadi kupu-kupu yang indah, siapapun akan mendekatinya karena keindahannya.

“Untuk itu, mari kita gunakan bulan puasa ini untuk melakukan kontemplasi diri, menuju cara berpikir, ahlak, tingka laku, ibadah yang lebih baik lagi,”sebutnya. ENG