SULTENG RAYA – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah bersinergi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulteng menyelenggarakan di halaman kantor Kejati Sulteng, Jalan Sam Ratulangi, Kota , Jumat-Sabtu (17-18/3/2023).
Kepala Disperindag Sulteng, Richard Arnaldo, mengatakan, pasar murah sebagai sarana menekan stabilisasi harga kebutuhan pokok menjelang Ramadhan 1444 Hijriah akhir-akhir ini mengalami peningkatan.
Ia mengatakan, harga-harga yang dijajakan pedagang di pasar murah terjangkau dan lebih murah dibanding harga di pasar tradisional.
“Hal ini tujuannya mengurangi permintaan pasar, agar stok tetap terjaga dan bisa ditekan agar bisa stabil,” kata Richard Arnaldo.
Saat ini, kata dia, intens memantau kondisi pasar demi menjaga ketersediaan stok. Apalagi, kata dia, komoditi beras saat ini terus meningkat permintaannya.
“Beras impor susah masuk dan di sebar ke kabupaten-kabupaten. Kalau gak salah, 600 ton yang masuk, tapi itu secara berkala,” tuturnya.
Ia mengimbau kepada masyarakat untuk membeli kebutuhan pokok seperlunya menyesuaikan kebutuhan pekanan dan tidak menampung agar, stok pangan terdistribusi secara merata di masyarakat.
“Selain itu, komoditi minyak goreng juga. Masyarakat jangan khawatir, stok kita di Sulteng mempuni. Ada Minyakita, minyak curah, minyak juga. Mungkin kendalanya hanya di distribusi, tapi gak sampai berhari-hari. Semoga masyarakat bisa memenuhi kebutuhannya selama bulan Ramadhan,” tutupnya.
Untuk diketahui, kegiatan serupa juga dilaksanakan oleh instansi Kejaksaan secara serentak di 13 kabupaten/kota yang diinisiasi Kejaksaan Negeri masing-masing wilayah. RHT