RAYA – PT Jiwa IFG () dan PT Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang Rencana Kerja Sama Pemanfaatan Layanan Jasa dan Potensi Masing-Masing Pihak.
Kerja sama itu bertujuan mengelola aset milik perseroan, sehingga dapat berkembang dan memberikan tambah bagi perusahaan.
Penandatanganan MoU dilakukan Direktur Utama IFG Life, Harjanto Tanuwidjaja dan Presiden Direktur Bahana TCW, Rukmi Proborini, disaksikan jajaran manajemen dari kedua perusahaan di Jakarta, Rabu (14/3/2023).
Dengan kerja sama tersebut, Bahana TCW selaku manajer akan bertindak secara penuh (full discretionary) menjalankan kepentingan pengelolaan aset IFG Life di dan pasar uang sesuai dengan pedoman pengelolaan aset dan tujuan investasi yang telah disepakati.
Jenis aset yang akan dikelola rencananya adalah berupa deposito atau kas, surat negara () dengan jatuh tempo kurang dari satu tahun, surat utang negara, obligasi korporasi dan instrumen pasar uang, serta kas untuk keperluan operasional.
Menurut Harjanto, kerja sama itu menjadi salah satu bentuk dari sinergi antar anak perusahaan IFG sebagai Holding Asuransi,Penjaminan, dan Investasi. Hal itu akan diikuti dengan Perjanjian Kerja Sama Pengelolaan Aset yang akan dilakukan oleh Bahana TCW berdasarkan perjanjian untuk mengoptimalkan pengelolaan portofolio aset melalui investasi pasar modal dan/atau pasar uang.
Berbekal pengalaman yang mumpuni di sektor keuangan dan pasar modal, IFG Life optimis Bahana TCW akan melakukan pengelolaan aset dengan berlandaskan asas pengelolaan yang baik sehingga dapat memenuhi tujuan dari investasi IFG Life.
Dalam pengelolaan portofolio, Bahana TCW berkomitmen untuk melakukan pengelolaan yang dilandasi risk culture yang sangat ketat serta prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).
Tahapan proses pengembangan produk dan penentuan portofolio investasi dari sisi manajemen risiko dilakukan secara ketat dan berkesinambungan untuk menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan investasi. Selain itu, Bahana TCW selalu berupaya memberikan potensi tingkat pengembalian imbal hasil (yield) yang optimal.
Sementara itu, Rukmi mengatakan, kerja sama dengan IFG Life merupakan salah satu pencapaian yang monumental dalam perjalanan Bahana TCW. Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di industri keuangan dan investasi nasional, Bahana TCW senantiasa menerapkan lima prinsip dalam tata kelola perusahaan, diantaranya keterbukaan (transparency), akuntabilitas (accountability), pertanggungjawaban (responsibility), independensi (independency), dan kewajaran (fairness).
Bahana TCW, ujarnya, akan merumuskan dan melaksanakan strategi investasi dalam efek yang diperdagangkan di pasar modal maupun di pasar uang, berdasarkan pedoman pengelolaan aset. Pihaknya juga akan terus menerus melakukan evaluasi atas peluang-peluang investasi di pasar modal maupun di pasar uang.
Nantinya, IFG Life juga dapat melakukan penambahan atau pengurangan dana dan/atau efek atas aset dan memberitahukan secara tertulis kepada Bahana selaku yang ditunjuk perseroan. RHT