SULTENG RAYA – Sekretaris Kota (Sekkot) , Irmayanti Pettalolo, menyebut, kesuksesan seseorang, bukan diukur dari jabatan diperoleh, namun bagaimana tugas dan amanah diberikan mampu diemban dengan baik.

“Apa yang saya dapatkan hari ini sebagai seorang Sekkot, merupakan takdir yang diberikan oleh Allah SWT dan harus dikerjakan dengan baik. Mulai awal sebagai PNS, apapun tugas yang diberikan kepada saya, In Syaa Allah, saya selalu berusaha untuk melaksanakannya dengan baik,” kata Sekkot Irmayanti saat menjadi salah satu narasumber ‘Dialog dalam Studio' diselenggarakan RRI Palu di Studio RRI Palu, Rabu (8/3/2023).

Dialog tersebut dalam rangka memperingati ‘Hari Perempuan Internasional' dengan mengusung topik tentang ‘Perempuan Masa Kini Sukses di Karir dan Keluarga'. Selain Sekkot Irmayanti, hadir pula narasumber perempuan lainnya, yakni seorang wiraswasta perempuan, Samsinar Z Moga.

Sekkot Irmayanti mengatakan, dirinya sangat percaya apa yang ditabur, itulah yang akan dituai. Sehingga hasil yang didapatkan, merupakan suatu proses yang panjang.

Menurutnya, amanah yang diberikan harus dijalankan dengan sebaik-baiknya karena tidak hanya dipertanggungjawabkan kepada pimpinan, namun juga Tuhan yang Maha Esa dan masyarakat.

“Sehingga saya selalu menyampaikan kepada bawahan saya, bahwa yang harus kita lakukan adalah bagaimana bekerja dengan sebaik-baiknya. Biarlah orang yang akan menilai, bukan diri kita yang menilai kita,” ungkapnya.

Ia berpesan kepada para ASN, khususnya ASN baru, untuk tidak melakukan lompatan terlalu cepat, sehingga mengabaikan aturan-aturan yang ada.

“Lakukan yang sebetul-betulnya yang memang sesuai dengan aturan yang ada. Kadang-kadang orang terlalu cepat mau mencapai sesuatu akhirnya tergelincir. Artinya melakukan hal-hal yang tidak boleh dilakukan,” pesannya.

Sementara itu, Wiraswasta Perempuan di Kota Palu, Samsinar Z Moga, mengatakan, era saat ini sudah memasuki era dimana perempuan dapat memilih jalan hidupnya, khususnya dalam berekarir, tanpa mesti mengabaikan kewajiban perempuan sebagai seorang istri maupun seorang ibu dalam keluarga.

“Karir dan keluarga harus seimbang. Jika disuruh memilih, saya memilih kedua-duanya. Namun, keluarga tetap menjadi prioritas. Bagi saya, mengurus keluarga sama sekali tidak menjadi penghalang dalam berkarir. Intinya, emansipasi perempuan di era saat ini lebih kepada perempuan sudah bebas memilih jalan hidupnya sendiri,” ucap Samsinar yang juga Ketua Yayasan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (Stimik) Bina Mulia Palu.

Sebagai tambahan, Samsinar merupakan pelaku usaha perempuan Sultang yang sukses dalam karir sejak usia 25 tahun. Pada 2000 atau 23 tahun silam, Samsinar telah menjadi Ketua Yayasan Stimik Bina Mulia. Bahkan, dirinya sempat dionobatkan sebagai Ketua Yayasan Termuda Indonesia selama 11 tahun lamanya.

Tidak hanya sebagai pendiri Yayasan, Samsinar bersama suami juga berhasil mendirikan salah satu hotel bernama Brizky Hotel Palu di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu. HGA