SULTENG RAYA- Universitas Muhammadiyah () kembali memperluas jalinan kemitraan, kali ini dengan salah satu Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) yakni Universitas Muhammadiyah Kudus (Umku) dituangkan dalam bentuk penandatanganan Momerandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerjasama.

Penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh Rektor Unismuh Palu Prof. Dr. H. Rajindra, SE., MM., dan Rektor Umku  Dr. Ns. Rusnoto, S.KM, M.Kes, Rabu (22/2/2023) di Aula Rektorat Unismuh Palu.

Adapun isi perjanjian kerjasama antara kedua Perguruan Tinggi Muhammadiyah itu, yakni bersama melakukan penelitian dan segala aspek manejemen penggunaan sumber daya manusia, dan sarana dan prasarana.

Prof. Dr. H. Rajindra, SE., MM, mengungkapkan, kerjasama tersebut adalah bagian dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Dimana di dalamnya sepakat mengadakan kerjasama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kebetulan kata Prof Rajindra, Unismuh Palu menjadi kampus swasta di Sulawesi Tengah, telah terakreditasi baik sekali dan memiliki 23 prodi, terdiri dari  19 Prodi S1  dan 4 Prodi S2.  Dilengkapi  dengan tenaga pengajar bergelar Doktor 43 orang dan 1 guru besar. “Universitas Muhammadiyah Palu satu-satunya Perguruan Tinggi Swasta yang memiliki dosen S3 terbanyak dan kampus swasta pertama di Sulawesi Tengah yang mempunyai guru besar,” ujar Prof Rajindra.

Rektor Umku Dr. Ns. Rusnoto, SKM, M.Kes, menguraikan, kerjasama ini terinspirasi dari pertemuan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyah Farmasi Seindonesia yang diadakan di Kota Manado.

Namun katanya, Ia lebih mengutamakan agenda kerjasama PTM yang ada di Sulawesi, salah satunya dengan Unismuh Palu dan mengaku takjub dengan luas kampus Unismuh Palu yang mempunyai pemandangan bagus, dekat dengan objek wisata yang ada di Kota Palu dan dekat dengan laut serta bandara. “Kami kerjasama dengan Unismuh Palu, lulusan D3 Umku bisa melajutkan S2 di Unismuh Palu, mahasiswanya tidak perlu harus ke Jawa bisa lewat daring,”sebutnya.

Katanya, jika Umku dan Unismuh Palu bergabung, maka akan ada  43 program studi. “Dengan demikian, tinggal melaporkan perkembangan dan saling kaloborasi antara dua perguruan tinggi muhammadiyah, ini akan menjadi sesuatu yang luar biasa,”sebutnya. ENG