SULTENG RAYA – Peran Agen Bank terus didorong dalam meningkatkan akses keuangan di Indonesia.

Hal tersebut tak lepas dari fakta, saat ini agen bank menjadi salah satu instrumen penting dalam pemerataan akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal, utamanya di daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal).

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., (BRI) yang memiliki visi sebagai The Most Valuable Banking Group in South East Asia and Champion of Financial Inclusion' terus meningkatkan peran dalam meningkatkan financial inclusion melalui AgenBRILink.

Direktur Utama BRI, Sunarso, mengungkapkan, hingga akhir Desember 2022 tercatat BRI memiliki AgenBRILink sebanyak 627 ribu yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Tahun ini kita menargetkan jumlah AgenBRILink bertambah 25 ribu agen sehingga di akhir 2023 diproyeksikan menjadi tak kurang 650 ribu agen,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Sulteng Raya, Ahad (5/2/2023).

Para agen tersebut, kata dia, mampu mencatatkan finansial yang mencengangkan, dengan volume mencapai Rp1,2 kuadriliun atau tepatnya Rp1.297 triliun.

“Ini jadi angka yang fantastis di tengah proses akselerasi akses produk di masyarakat daerah, yang jadi fokus penetrasi BRI,” tambahnya.

Besarnya transaksi yang dilakukan secara semi-konvensional ini terjadi di tengah fokus proses bisnis BRI menuju . Kendati, masyarakat di daerah juga masih banyak yang melakukan transaksi secara konvensional lewat .

“Transaksinya enggak main-main, kecenderungannya memang naik, tapi lewat AgenBRILink setahun mencapai sekitar Rp.1,3 kuadriliun. Itu fakta dan realita, padahal agen BRILink adalah hybrid bank dengan bisnis proses yang digital,” kata Sunarso.

Hybrid bank atau perpaduan pengembangan digitalisasi di perbankan sambil terus menyediakan layanan konvensional jadi strategi BRI. Mengingat, fokus BRI yang membidik sektor informal hingga usaha mikro melalui Holding .

Strategi ini dianggap Sunarso sebagai keberhasilan untuk meningkatkan akses masyarakat di daerah terhadap produk perbankan. Kedepannya, BRI dan bisa membuka peluang baru bagi produk lainnya selain dari tabungan.

“Dibuat fully digital nggak laku, mungkin laku di kota besar, tapi karena masih ada (di daerah) yang gak paham digital. Makanya kita layani secara konvensional, tapi kalau konvensional aja, sekian tahun ganti generasi, BRI akan ketinggalan,” tuturnya.

“Maka kita kembangkan hybrid bank, kita digitalkan core-nya, ekosistemnya kita rangkai secara digital, dan digital proposition-nya kita perkuat,” ujarnya menambahkan.

Sebelumnya, BRI dinobatkan oleh Fortune Indonesia sebagai perusahaan yang memiliki peran Change The World dalam kategori keuangan. Capaian itu tak lepas dari kontribusi Branchless Banking, AgenBRILink yang mampu hadir memberikan layanan keuangan terdekat kepada masyarakat.

Penilaian dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan dampak , hasil bisnis, inovasi, dan integrasi. Dalam tersebut, BRI menjadi salah satu dari 30 perusahaan di Indonesia yang masuk dalam Fortune Indonesia Change the World 2022 berkat keberadaan AgenBRILink.*/RHT