RAYA-Camat Bokat, Kabupaten Buol didampingi Kabid Dalduk dan KB Dinas Kesehatan Kabupaten Buol menyambut dan menerima peserta KKN Universitas Muhammadiyah () , Sabtu (4/2/2023).

Selain Camat, juga hadir kepala desa dari lima desa beserta warganya yang menjadi tempat mahasiswa KKN, masing-masing Desa Negeri Lama, Desa Kantanan, Desa Bokat, Desa Tang, dan Desa Bukamog.

Ketua Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unismuh Palu, Dr. Muliadi, SH.MH sangat bersyukur mendapatkan sambutan begitu meriah, mulai dari camat, kepala desa, besarta warganya. “Artinya mahasiswa kami yang KKN di Kecamatan Bokat ini disambut baik dan diterima Pak Camat, Ibu Kabid, Kepala Desa, beserta warganya, alhamdulillah,”kata Muliadi, Ahad (5/2/2023).

Suasana penerimaan mahasiswa peserta KKN oleh Camat Bokat Moh. Ikhsan S. Mangge, S.Sos, Sabtu (4/2/2023). Foto: IST.

Lebih lanjut kata Muliadi, KKN kali ini mengusung tema KKN Tematik , ini adalah buah kerjasama dengan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah dan Dinas P2KB Provinsi Sulawesi Tengah, serta bentuk komitmen Rektor Unismuh Palu untuk membantu mewujudkan program-program pemerintah, salah satunya percepatan penurunan angka stunting di Sulawesi Tengah dan Universitas Muhammadiyah Palu menjadi Kordinator untuk wilayah Kabupaten Buol untuk penurunan angka stunting.

“Unismuh Palu memang telah menjadi Kordinator untuk wilayah Kabupaten Buol untuk penurunan angka stunting, semoga kehadiran peserta KKN kita di sana bisa memberi sumbangsi  penurunan angka stunting itu,”harap Muliadi.

Hal yang paling menggembiran kata Muliadi, di kecamatan tersebut selain sambutan yang begitu meriah juga ternyata program desa sejalan dengan KKN Tematik kali ini, yakni terkait Stunting, dimana camat dan para Kepala Desa sangat menaruh harapan kepada para peserta KKN untuk memberi sumbangsi terkait penurunan Stunting itu, bahkan setiap desa telah mengelontorkan dana Rp30juta hanya untuk program penurunan stunting.

Sementara itu Camat Bokat Moh. Ikhsan S. Mangge, S.Sos didampingi Kabid Dalduk dan KB Dinas Kesehatan Kabupaten Buol, Wahida, S.Kep., Ners berharap kehadiran para mahasiswa itu bisa berkolaborasi dengan pemerintahan desa untuk bersama-sama mensukseskan program KKN dan program desa khususnya terkait stunting.

Pasalnya, stunting telah menjadi isu yang serius harus diselesaikan di kecamatan itu, memberikan sosialisai dan kepada masyarakat untuk mencegah terjadinya stunting, terlebih peserta mahasiswa KKN Tematik Stunting sebagian besar adalah mereka yang berasal dari Fakultas Kesehatan Masyarakat yang secara skill telah dibekali kemampuan mengedukasi tentang kesehatan kepada masyarakat. 

“Selamat datang adik-adik peserta KKN, semoga kehadiran adik-adik ini bisa berkolaborasi dengan aparat desa untuk memberikan edukasi kepada warga terkait kesehatan untuk mencegah terjadinya stunting, ini adalah salah satu program utama,”sebut camat. ENG