RAYA- Pemilik Rumah Makan “Radja Penyet Mas Faiz”  Faiz Arfianto memberi motivasi kepada Universitas Muhammadiyah () untuk menjadi pengusaha muda.

Katanya, mahasiswa harus punya kemauan mencoba berwirausaha, jangan hanya berdiam diri dari kampus ke kos, harus bisa membaca peluang dan memanfaatkan peluang itu untuk menjadi pengusaha. Apalagi saat ini di era teknologi informasi yang semakin maju, semua serba ada di handphone (HP), sangat merugi jika tidak memanfaatkan itu untuk menghasilkan sesuatu (uang atau penghasilan).

Untuk itu katanya, mahasiswa harus bisa melek , pemerintah sendiri saat ini telah banyak memberikan ruang digital marketing kepada anak muda yang mau berwirausaha.

Lebih lanjut kata Mas Fais, dengan berwirausaha bisa banyak menolong orang, seperti yang ia alami. “Setelah gajian, ada waryawan WA saya mengucapkan terimakasih karena bisa membayar semester, begitu juga seorang ibu rumah tangga mengaku bisa bayar seragam anaknya, itukan sebuah pencapaian yang tidak ternilai,”sebut Mas Fais di hadapan mahasiswa Unismuh Palu, saat mengisi talkshow kewirausahaan yang digelar oleh BEM Unismuh Palu, Ahad (29/1/2023).

Katanya, untuk menjadi pengusaha itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan, diantaranya harus fokus. Artinya jika punya usaha satu jenis, harus fokus di itu, misalnya kalau membuka usaha nasi kuning harus bisa fokus diusaha nasi kuning itu, sambil memiliki tambah dari usaha nasi kuning lainnya.

“Seperti kalau yang lain nasi kuningnya tidak punya kua, ya kita punya kua, cara penyajiannya bagus dan sebagainya, berbeda dengan yang lainnya sambil juga terus melakukan promosi,”jelasnya.

Selain itu katanya, harus memiliki kesetiaanya, ketika sudah membuka usaha harus setia, usaha itu harus diperhatikan betul-betul, dipelajari kekurangannya agar terus bisa berinovasi dan memperkuat strategi penjualan.

Anggota ini menuturkan, Ia memulai usaha kuliner di tahun 2010, saat itu dirinya membuka usaha Mas Joko dibantu dua orang karyawan. Dengan ketekunan dan inovasi hingga kini terus bertumbuh dan berkembang hingga memiliki karyawan sebanyak 56 orang dengan usaha “Radja Penyet Mas Faiz”.

“Dengan berwirausaha kita bisa lebih membahagiakan orang tua,”ujarnya memotivasi.

Rektor Unismuh Palu, Prof. Dr. H. , SE., MM didampingi Wakil Rektor III Unismuh Palu, Dr. Moh Yusuf Hasmin, S.H., MH saat meninjau stand pameran kewirausahaan mahasiswa Unismuh Palu, Ahad (29/1/2023). Foto: Amiluddin

Sementara itu, Rektor Unismuh Palu, Prof. Dr. H. Rajindra, SE., MM menambahkan, bahwa jika ingin menjadi sukses kedepan mahasiswa jangan lagi mengejar menjadi seorang ASN, karena pegawai negeri itu penghasilannya pas-pasan. Berbeda dengan pengusaha, selain penghasilannya besar juga tidak ada yang bisa mengatur apalagi memerintah, karena telah menjadi bos di usahanya. “Untuk itu jadilah pengusaha yang tangguh,”ujar Prof Rajindra.

Prof Rajindra mencontohkan, jika dirinya dan Mas Fais sekalipun keduanya memiliki pekerjaan tetap sebagai abdi negara, namun keduanya tetap terjun di dunia usaha karena di dunia usaha jauh lebih menjanjikan dari sisi penghasilan.  

Perlu diketahui kata Guru Besar Unismuh Palu ini, Indonesia belum bisa menjadi negara maju karena jumlah masyarakatnya yang bergerak dalam dunia usaha itu belum mencapai 4 persen, saat ini baru tercatat 2 persen lebih. Sementara untuk menjadi negara maju itu harus diatas 4 persen, seperti Singapura dan Malaysia  kini di atas 7 sampai 9 persen.

“Masyarakat Indonesia masih malas menjadi pengusaha, hanya mau menjadi pegawai negeri, ini yang harus dihilangkan dalam pemikiran mahasiswa, harus diubah cara berpikir seperti itu, jadilah pengusaha jika ingin menjadi orang sukses,”tegas Prof Rajindra. ENG