SULTENG RAYA- Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah () dalam waktu dekat akan membangun kemitraan dengan salah satu lembaga yang memiliki fokus pengabdian di masyarakat, yakni Mercy Corps Indonesia (MCI).

Hal tersebut sebagai bentuk upaya meningkatkan pengabdian pada masyarakat melalui kemitraan dengan lembaga lain. “Insyah Allah, dalam waktu dekat kita akan melakukan penandatanganan MoU,”sebut Ketua LPPM Unismuh Palu Dr. Muliadi, SH., MH, Selasa (17/1/2023).

Katanya, berkas MoU saat ini tengah dalam kajian kedua belah pihak, jika nantinya berkas MoU itu telah selesai dikaji akan dilangsungkan penandatanganan MoU antara Rektor Unismuh Palu dengan pihak MCI.

Dimana sebelumnya telah terjadi tiga kali pertemuan antar kedua belah pihak, diantaranya adalah dengan mengundang secara langsung LPPM Unismuh Palu melihat proses penyulingan serai wangi di Desa Pulu, Kecamatan Dolo Selatan, .

Sebelumnya, serai wangi di desa itu belum memiliki ekonomi tinggi, namun setelah melalui proses penyulingan oleh MCI, secara bertahap nilai ekonomi serai wangi di desa itu telah mengalami peningkatan drastis, maka secara tidak langsung juga terjadi peningkatan ekonomi masyarakat setempat, khususnya masyarakat petani serai wangi.

Namun kata Muliadi, yang menjadi kendala adalah proses pemasaran minyak hasil penyulingan serai wangi itu. “Di sinilah kehadiran LPPM Unismuh Palu, karena kita memiliki sumber daya yang bisa menyambungkan produsen ke pemasaran, serta sekaligus menjadi pendamping bagi petani serai wangi,”jelas Muliadi.

Minyak serai wangi Indonesia dikenal dengan nama Java Citronella Oil, dengan manfaat sangat beragam antara lain sebagai bahan baku industri sabun, parfum, kosmetik, antiseptik, aromaterapi, dan sebagai bahan aktif pestisida nabati.

Selain itu, tanaman serai wangi juga dapat dimanfaatkan sebagai tanaman konservasi pada lahan kritis, baik untuk penghijauan pada lahan-lahan yang terkena erosi maupun reklamasi pada lahan bekas tambang dan lahan gambut.

Lebih lanjut kata Muliadi, kerjasama nantinya tidak hanya sekadar di situ, karena juga ini ada keterkaitan dengan program MBKM. “Semuanya akan mengarah ke sana (program MBKM), setelah penandatanganan PKS, ”ujar Muliadi. ENG