SULTENG RAYA – Penerapan transaksi BBM Solar JBT (Subsidi) menggunakan QR Code di 34 Kota/Kabupaten di Indonesia sudah berjalan sejak 1 Desember 2022.

Hal ini merupakan kelanjutan dari program subsidi tepat yang sudah disosialisasikan sejak 1 Juli 2022. Dimana saat ini masyarakat pemilik kendaraan roda empat yang mendaftar melalui website subsiditepat.mypertamina.id akan diverifikasi dan mendapatkan QR Code sebagai tanda bahwa mereka berhak mendapatkan BBM Subsidi.

Mulai Senin (9/1/2023), penerapan ini akan diperluas hingga ke 37 Kota/Kabupaten di Indonesia, dimana salah satunya adalah Kota , Provinsi Sulawesi Tengah.

Area Manager Communication, Relations & Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Fahrougi Andriani Sumampouw mengajak masyarakat yang merasa berhak mendapatkan BBM Subsidi agar  segera mendaftarkan kendaraannya melalui website subsiditepat.mypertamina.id atau dapat datang langsung ke SPBU untuk dibantu petugas dalam proses pendaftarannya.

“Mulai Senin (9/1/2023), transaksi Solar JBT (Subsidi) diwajibkan menggunakan QR Code, dimana bagi yang belum memiliki QR Code tetap akan kami layani seperti biasa dan dilakukan pencatatan nomor polisi kendaraan, namun pembelian kami dibatasi maksimal 20 liter per hari. Maka dari itu, kami mengajak masyarakat untuk segera mendaftarkan kendaraannya ke subsiditepat.mypertamina.id,” terang Fahrougi.

Fahrougi pun menerangkan bagi masyarakat tidak perlu khawatir untuk transaksi pembelian Solar Subsidi ini, karena QR Code dapat diprint dan dibawa ke SPBU, tidak wajib menggunakan handphone atau gadget.

Sebagaimana diketahui pembelian BBM Solar JBT ini pun telah diatur volume yang dapat dibeli per harinya sesuai SK BPH Migas No. 04/P3JBT/BPH Migas/KOM/2020 yakni 60 liter per hari untuk kendaraan pribadi roda 4, kemudian 80 liter per hari untuk kendaraan roda 4 angkutan barang dan umum.  Untuk angkutan barang dan umum roda 6 atau lebih dibatasi maksimal 200 liter per hari per kendaraan.

“Penerapan program subsidi tepat dengan mewajibkan masyarakat bertransaksi menggunakan QR Code ini merupakan upaya Pemerintah dan Pertamina agar dapat menyalurkan BBM Solar Subsidi JBT secara tepat sasaran dan pendistribusian agar lebih termonitor dan tepat volume,” pungkas Fahrougi.

Organda dan ALFI Antusias

Ketua DPC Organda Kota Palu, Astam Abdul Salam menyatakan mendukung penuh program Subsidi Tepat Pertamina. Astam mengatakan penerapan penggunaan barcode ini harus lebih intensif sehingga penyaluran BBM subsidi itu tepat sasaran.

“Kenapa saya katakan tepat sasaran, karena pelaku usaha inginkan hak – hak dasar mereka, bagaimana mereka menggunakan BBM subsidi, kemudian mereka menjalankan usaha sehingga kontribusi untuk daerah ada juga dari usaha – usaha mereka. Mereka merespon positif dan sudah mendaftarkan (kendaraannya) tanpa ada kendala dan berjalan dengan baik. Saya berharap seluruh pelaku transportasi angkutan darat untuk bersama sama mendaftarkankan kendaraannya segera,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua DPW ALFI (Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia) Sulawesi Tengah, Yeni mengatakan sangat mendukung program Subsidi Tepat Sasaran, karena program ini memberikan dan melindungi konsumen yang berhak mendapatkan BBM Subsidi.

 “Sekarang, konsumen yang berhak mendapatkan BBM Subsidi sudah terdata dan diberikan barcode untuk bertransaksi BBM Subsidi di SPBU. Sejak diberlakukan pendaftaran Juli lalu sampai saat ini, anggota kami seluruhnya sudah mendaftarkan kendaraannya, harapan kami kedepannya melalui program ini BBM Subsidi dapat tepat sasaran kepada yang berhak menerima salah satunya kami selaku pelaku usaha logistik khususnya di armada angkutan barang,” terang Yeni. *WAN