RAYA – Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota , Sudaryano R Lamangkona, menyebut, korsleting listrik mendominasi jumlah kasus kebakaran pada 2022.

“Jadi, total keseluruhan kebakaran tahun 2022 sebanyak 182 kasus, terdiri dari 71 kasus kebakaran akibat korsleting listrik, 47 kebakaran lahan rumput, 10 kebakaran tabung gas, 5 kebakaran kendaraan dan 49 kejadian atau kasus kebakaran yang belum diketahui,” kata Kepala Disdamkarmat , Sudaryano R Lamangkona, Kamis (5/1/2023).

Ia merinci, pada Januari terjadi 21 kasus kebakaran, Februari 10 kasus kebakaran, Maret 11 kasus kebakaran, April 20 kasus kebakaran, Mei 16 kasus kebakaran, Juni 10 kasus kebakaran.

“Untuk Juli 10 kasus kebakaran, Agustus 4 kasus kebakaran, September 20 kasus kebakaran, Oktober 9 kasus kebakaran, November 21 kasus kebakaran dan Desember 30 kasus kebakaran,” ucapnya.

Sudaryano, menjelaskan, jika dibandingkan dengan kasus pada 2021 terjadi 156 kasus, maka terjadi peningkatan sebanyak 0,85 persen.

“Tahun 2022 ada 182 kejadian kebakaran, sementara di tahun 2021 sebanyak 156 kejadian kebakaran, ada kenaikan sebanyak 0,85 persen,” jelasnya.

Ia mengimbau semua pihak agar kiranya pada 2023, dapat lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran  yang setiap saat dapat terjadi.

“Nah, apalagi dimusim pancaroba ini agar kiranya disikapi dengan baik, dengan cara tidak membakar buangan sampah pada lahan kosong tanpa memperhitungkan cuaca. Sebab, banyak lahan kosong berada di sekitaran permukiman warga, sehingga dikhawatirkan apinya dapat merembes ke rumah-rumah yang ada di sekitarnya,” kata Sudarayano.

Bukan hanya itu saja, periksalah kembali sistem kelistrikan di rumah, tempat kerja dan tempat usaha. Demikian pula, peralatan dapur agar sering dilakukan perawatan dan pemeliharaan hal itu dimaksudkan sebagai upaya pencegahan kebakaran sejak dini.

“Nah, sedini mungkin siapkan alat pemadam api seperti Tabung Alat Pemadam Api Ringan (APAR) baik itu di rumah, tempat kerja dan tempat usaha. Karena, selain untuk melindungi , ini juga bisa melindungi setiap orang yang berada di tempat itu agar dapat melakukan penanggulangan awal, jika sewaktu-waktu terjadi peristiwa kebakaran,” imbaunya.ULU