RAYA-Memasuki tahun ke lima pasca bencana 28 September 2018, hingga hari ini masih ada peserta didik di Kota yang belajar dalam kondisi melantai karena tidak memiliki mobiler (kursi dan meja), itu terjadi di dua sekolah yakni SDN 1 Petobo dan SDN 2 Petobo .

Kondisi tersebut mendapatkan atensi dari salah seorang pimpinan DPRD Kota Palu, yakni Wakil Ketua DPRD Kota Palu, Rizal, usai melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah di Kota Palu.

Rizal menjelaskan, dari hasil kunjungannya di sejumlah sekolah, dirinya mendapati langsung peserta didik di SDN 1 Petobo dan SDN 2 Petobo tersebut belajar tanpa kursi.

“Jadi disitu ada sekitar 12 kelas, semuanya tidak memiliki kursi untuk belajar. Jadi mereka semua melantai, saya coba ikut duduk melantai sama mereka ternyata rasa tidak enak karena dingin dan bisa menimbulkan penyakit untuk anak-anak kita,” ujarnya.

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Hardi saat dihubungi mengatakan kedua sekolah itu hingga hari ini masih tanggung jawab Kementerian PUPR-RI. Karena sampai hari ini kedua sekolah itu belum diserahkan secara resmi ke Pemerintah Kota Palu.

“Kedua sekolah itu dibangun pemerintah melalui PUPR-RI, namun sampai saat ini belum diserahkan secara resmi oleh PUPR-RI, sehingga masih dalam tanggung jawab yang membangun,”sebut Kadis, Rabu (4/1/2023).

Namun katanya, atas inisiatif beberapa orang, bangunan sekolah itu telah difungsikan sebagai tempat peserta didik belajar sekalipun hanya secara sederhana, hanya melantai karena belum dilengkapi mobiler.

Itu dilakukan atas pertimbangan agar bangunan sekolah itu tidak sia-sia dibangun oleh pemerintah, serta menjaga agar tidak rusak akibat tidak terawat.“Dari pada bangunan itu rugi percuma dibangun pemerintah, nanti rusak karena tidak difungsikan dan tidak dirawat, maka difungsikanlah sebagai tempat belajar anak-anak, sekalipun belum diserahkan ke Pemkot,  sekaligus anak-anak juga tidak lagi belajar di huntara,”jelas Kandis.

Namun pastinya kata Kadis, di tahun 2023 ini telah dianggarkan untuk pengadaan Mobiler kedua sekolah itu, sehingga para peserta didiknya tidak lagi melantai seperti saat ini. “Sudah dianggarkan di 2023 ini, kasian juga anak-anak kita belajar melantai seperti itu,”ujarnya. ENG