SULTENG RAYA – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah meninjau kesiapan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Tengah sebagai tuan rumah penyelenggaraan Tanwir Muhammadiyah kedua untuk periode Muktamar 2022-2027.
Pertemuan tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun 2026 ini akan menjadi peristiwa bersejarah, karena untuk pertama kalinya Kota Palu dipercaya menggelar agenda besar berskala nasional bagi organisasi tersebut.
Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah periode 2022-2027, Bidang Organisasi, Ideologi, Kaderisasi, dan Pembinaan Angkatan Muda Muhammadiyah Dr. H. Agung Danarto, M.Ag, menjelaskan bahwa Pimpinan Wilayah Muhammadiyah PWM) Sulawesi Tengah saat ini sudah siap menjadi tuan rumah.
Hal tersebut disampaikan usai melakukan pertemuan dengan seluruh unsur Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (Sulawesi Tengah, di Aula Rektorat Unismuh Palu, Senin (11/5/2026).
Ia juga menambahkan, bahwa terpilihnya Sulawesi Tengah dilakukan melalui pertimbangan matang. Katanya, Palu berhasil menyisihkan enam wilayah lain yang juga mengajukan diri sebagai calon tuan rumah. Beberapa faktor penentu terpilihnya Bumi Tadulako antara lain adalah kesiapan infrastruktur, kekompakan pengurus wilayah, serta potensi besar Sulawesi Tengah bagi pengembangan dakwah persyarikatan.
”Sulawesi Tengah termasuk provinsi yang potensial untuk dikembangkan dalam dakwah Muhammadiyah karena kekompakan pengurusnya, amal usaha yang ada, serta dukungan dari pimpinan daerah di sekitarnya,” ujar Agung Danarto saat melakukan kunjungan di Unismuh Palu, Senin (11/5/2026).
Sidang Tanwir sendiri sebutnya, merupakan permusyawaratan tertinggi kedua di Muhammadiyah setelah Muktamar. Agenda utama Tanwir 2026 nantinya akan membahas hal-hal strategis, termasuk penetapan tata tertib Muktamar serta aturan pemilihan pimpinan pusat untuk periode mendatang. Hal ini dilakukan jauh hari agar pelaksanaan Muktamar dapat berjalan tertib dan terorganisir sesuai sistem yang ada.
Selain agenda sidang, PP Muhammadiyah juga mendorong PWM Sulawesi Tengah untuk menciptakan sebuah “monumen” atau capaian nyata sebagai kenang-kenangan atas pelaksanaan Tanwir di Palu. Monumen tersebut biasanya berupa peresmian amal usaha baru, seperti rumah sakit atau universitas, sebagaimana yang pernah dilakukan di Ambon dan Kupang pada penyelenggaraan Tanwir sebelumnya.
Menanggapi kepercayaan tersebut, Ketua PWM Sulawesi Tengah Muh. Amin Parakkasi, S.Ag., M.HI mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya. Ia menyebutkan bahwa keinginan menjadi tuan rumah sudah menjadi obsesi sejak dua tahun lalu.
”Ini adalah kali pertama Kota Palu menjadi tuan rumah kegiatan nasional Muhammadiyah. Kami merasa percaya diri karena adanya peningkatan konsolidasi internal serta dukungan penuh dari dua kampus besar kami, Universitas Muhammadiyah Palu dan Universitas Muhammadiyah Luwuk,” ungkap Ketua PWM Sulteng.
Ia berharap momentum ini dapat memicu semangat bagi seluruh kader, warga Muhammadiyah, dan organisasi otonom di Sulawesi Tengah untuk menunjukkan kemajuan persyarikatan kepada para peserta yang datang dari seluruh penjuru tanah air.
Saat ini, pihak panitia lokal mulai melakukan berbagai persiapan guna menyukseskan perhelatan besar tersebut dalam waktu kurang lebih enam bulan ke depan. ENG