SULTENG RAYA — Deru mesin memecah pagi di pesisir pantai Kayubura. Dari pelataran eks Sail Tomini, ratusan rider memulai petualangan yang bukan sekadar menantang adrenalin, tetapi juga menyaksikan keindahan alam Parigi Moutong dalam balutan Bhayangkara Trail Adventure (BAT) Jelajah Alam Parigi 2, Sabtu (25/4/2026).
Kegiatan yang mengambil titik start dan finish di eks Sail Tomini Desa Pelawa Baru, Kecamatan Parigi Tengah itu secara resmi dilepas oleh Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, bersama Kapolres Parigi Moutong, AKBP Hendrawan A.N.
Tak hanya melepas, keduanya bahkan ikut menaklukkan lintasan bersama para rider, didampingi Ketua KONI Parigi Moutong, Faisan Badja.
Di balik lintasan ekstrem yang membelah bukit, hutan, hingga jalur berbatu, tersimpan pesan kuat tentang kebersamaan. Bupati Erwin Burase dalam sambutannya memberikan apresiasi atas inisiatif Kapolres yang dinilai mampu menghadirkan ruang sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat. “Event ini bukan sekadar olahraga dan petualangan, tetapi juga menjadi wadah mempererat kebersamaan sekaligus mempromosikan potensi alam Parigi Moutong,” ujarnya.
Bentang alam Parigi Moutong yang kaya dari pegunungan hijau hingga pesona Teluk Tomini menjadi panggung alami bagi para rider.
Di setiap lintasan, peserta tidak hanya diuji ketangguhan fisik, tetapi juga diajak lebih dekat dengan kekayaan daerah. Bupati menilai, kegiatan seperti ini memiliki nilai strategis dalam mendorong geliat ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku UMKM dan sektor pariwisata. “Parigi Moutong harus terus diperkenalkan, bukan hanya di tingkat regional, tetapi juga nasional hingga internasional,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolres Parigi Moutong, AKBP Hendrawan A.N, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut diikuti sekitar 500 rider dari berbagai daerah, mulai dari Parigi Moutong, Kota Palu, sejumlah kabupaten di Sulawesi Tengah, hingga peserta dari Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, bahkan Jawa Barat.
