SULTENG RAYA – Upaya pembinaan di bidang pendidikan bagi Anak Binaan terus diperkuat oleh Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu. Hal ini terlihat dari pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang digelar selama dua hari mulai Tanggal 13-14 April 2026 yang bertempat di PKBM Nosarara Nosabatutu, Kota Palu, Selasa (14/6/2026) pukul 07.30 wita.

Kegiatan itu merupakan bagian dari program ujian kesetaraan pendidikan, yang bertujuan mengukur capaian akademik sekaligus mengevaluasi proses pembelajaran yang telah dijalani para Anak Binaan.

Pelaksanaan TKA ini juga menjadi bukti komitmen LPKA Palu dalam memberikan hak pendidikan yang layak bagi seluruh peserta didik di lingkungan pembinaan.

Sebanyak empat Anak Binaan mengikuti ujian kesetaraan Paket B. Meski jumlahnya terbatas, semangat dan kesungguhan para peserta terlihat jelas selama proses ujian berlangsung. Mereka mengikuti setiap tahapan dengan tertib, menunjukkan tekad untuk terus belajar dan memperbaiki masa depan.

Kepala LPKA Palu, Welli, mengakui memiliki tanggung jawab untuk menjamin hak anak dalam memperoleh pendidikan sesuai amanat cita-cita bangsa Indonesia dan Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) tahun 2026 yang difokuskan pada pendidikan kesetaraan bagi Narapidana dan Anak Binaan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan mendukung reintegrasi sosial. 

“Pendidikan kesetaraan bukan kegiatan tambahan, melainkan instrumen penting dalam proses Pembinaan. Setiap anak yang masuk ke LPKA Palu akan didata terkait pendidikan terakhir yang ditempuh dan diwajibkan bagi mereka untuk melanjutkan pendidikannya melalui pendidikan kesetaraan Kejar Paket A, B, dan C,” jelas Welli.

Kegiatan ini terselenggara melalui kerja sama dengan PKBM Nosarara Nosabatutu sebagai penyelenggara pendidikan kesetaraan. Seluruh rangkaian tes turut didampingi langsung Kepala LPKA Palu, Kepala Sub Seksi Pendidikan dan Bimbingan Kemasyarakatan, bersama jajaran staf pembinaan, staf pengawasan, serta peserta magang LPKA. Pendampingan tersebut memastikan pelaksanaan berjalan sesuai prosedur, aman, dan kondusif.

Sementara, Kepala PKBM Nosarara Nosabatutu, Muhlis, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara pihak LPKA Palu dengan PKBM dalam mendukung keberlangsungan pendidikan bagi Anak Binaan.

Menurutnya, pelaksanaan TKA ini merupakan bagian penting dalam memastikan bahwa proses pembelajaran yang telah diberikan berjalan efektif dan tepat sasaran.

“PKBM Nosarara Nosabatutu berkomitmen untuk memberikan layanan pendidikan yang inklusif dan berkualitas bagi seluruh warga belajar, termasuk Anak Binaan di LPKA Palu. Kami percaya bahwa setiap anak memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk belajar dan meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Muhlis.

Suasana ujian berlangsung dengan lancar tanpa hambatan. Salah satu Anak Binaan FY mengatakan bahwa dirinya merasa bersyukur dapat mengikuti Tes Kompetensi Akademik tersebut sebagai bagian dari proses pembinaan yang dijalaninya.

“Alhamdulillah saya bisa ikut ujian ini. Awalnya sempat merasa gugup, tapi karena sudah dibimbing oleh para pegawai dan tutor, saya jadi lebih percaya diri. Saya ingin terus belajar supaya ke depan bisa menjadi pribadi yang lebih baik,” ucap FY.

Anak FY juga menambahkan bahwa kesempatan mengikuti pendidikan kesetaraan di dalam LPKA Palu memberikan harapan baru baginya untuk melanjutkan kehidupan yang lebih positif setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik ini menjadi bagian penting dalam proses pembinaan, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya Anak Binaan yang merupakan aset masa depan bangsa. Selain sebagai evaluasi pembelajaran, program ini menjadi langkah nyata dalam membekali Anak Binaan dengan ilmu pengetahuan serta kesiapan untuk kembali dan berkontribusi di tengah masyarakat.*/YAT