SULTENG RAYA – Laga panas layaknya duel hidup-mati tersaji di Lapangan Paqih Rasyid, Kota Palu. PS Berlian Tomoli tampil penuh determinasi dan akhirnya keluar sebagai pemenang tipis 1–0 atas Celebest FC dalam lanjutan Liga 4 Piala Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) 2026, Rabu (15/4/2026).
Pertandingan berjalan ketat sejak peluit awal. Kedua tim saling membaca permainan, menjaga ritme, dan menutup ruang. Namun, seperti dalam sepak bola, satu momen bisa mengubah segalanya.
Momentum itu datang di menit ke-79. Berawal dari skema sepak pojok, bola liar di kotak penalti Celebest FC menciptakan kemelut di depan gawang yang dikawal Luhur Istigfar. Dalam situasi krusial itu, Irfan Soyo muncul sebagai pembeda. Ia menyambar bola dan menggetarkan jala—gol yang bukan hanya menentukan skor, tetapi juga membuka jalan menuju fase berikutnya.
Gol tersebut disambut euforia. Para pemain Berlian Tomoli merayakan dengan penuh semangat, seolah memastikan bahwa kerja keras sepanjang laga akhirnya terbayar lunas.
Pelatih kepala, Kasmudin Mustapa, menyebut kemenangan ini sebagai buah dari permainan kolektif yang disiplin.
“Pertahanan kami solid, pemain disiplin menjaga lawan, dan mampu menjalankan skema serangan balik dengan baik. Yang paling penting, semua pemain mengikuti instruksi dengan maksimal,” ujarnya.
Kemenangan tipis ini terasa seperti kemenangan besar. Berlian Tomoli—yang dikenal dengan julukan Laskar Diamonds—resmi mengunci satu tiket ke babak 8 besar. Sebuah capaian yang menegaskan bahwa tim asal Desa Tomoli, Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong, bukan sekadar pelengkap dalam kompetisi.
Namun perjalanan belum usai.Menghadapi babak 8 besar yang akan digelar Jumat pagi (17/4/2026), tim pelatih mulai memutar otak. Evaluasi dilakukan, strategi diracik ulang. Fokus diarahkan pada peningkatan fisik, penguatan lini tengah, serta mempertajam serangan—layaknya tim yang bersiap menghadapi fase gugur di turnamen besar.
“Kami anggap setiap pertandingan di fase ini adalah final. Harus lebih disiplin, lebih fokus, dan tetap mengandalkan kerja sama tim,” tegas Kasmudin.
Di luar lapangan, dukungan juga menjadi “pemain ke-12” yang dinanti. Manajemen tim berharap perhatian penuh dari pemerintah daerah, termasuk Bupati, Askab, dan KONI, agar langkah Berlian Tomoli semakin mantap membawa nama daerah di pentas provinsi.
“Kami berharap ada perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah. Ini bukan hanya perjuangan tim, tetapi juga membawa nama daerah,” ujar perwakilan tim.
Dengan mental bertarung, organisasi permainan yang kian matang, serta dukungan suporter, Berlian Tomoli kini melangkah ke fase berikutnya dengan satu target: terus melaju, menembus batas, dan menorehkan sejarah di Liga 4 Sulteng 2026. AJI