SULTENG RAYA — Riuh perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kabupaten Parigi Moutong yang berlangsung meriah di halaman Kantor Bupati, Jumat (10/4/2026), sejatinya menyuguhkan kebanggaan kolektif atas perjalanan panjang daerah.
Namun di balik gemerlap seremoni, terselip cerita lain yang tak banyak terdengar—kekecewaan dari kalangan pendidik.
Sejumlah guru di wilayah ibu kota kabupaten mengaku telah menyambut momentum tersebut dengan penuh antusias. Persiapan dilakukan jauh hari, bahkan pakaian khusus telah disiapkan sebagai bentuk penghormatan terhadap hari jadi daerah yang mereka cintai.
Namun harapan itu perlahan berubah menjadi tanda tanya, ketika undangan yang dinanti tak kunjung tiba hingga hari pelaksanaan. “Kami sudah siap, tapi undangan tidak datang. Rasanya sangat kecewa,” tutur salah seorang guru, menggambarkan perasaan yang diam-diam dirasakan banyak rekannya.
Sebagian guru yang tetap hadir memilih mengambil peran di balik layar. Mereka datang bukan sebagai tamu undangan, melainkan sekadar mendampingi siswa yang tampil dalam rangkaian acara. Dengan kursi-kursi yang telah dilabeli nama undangan resmi, mereka pun memilih berdiri di pinggir, menjaga batas yang terasa kian jelas.
“Kami tidak berani duduk karena tidak ada undangan. Jadi hanya mendampingi anak-anak dari sisi,” ungkap guru lainnya.

