SULTENG RAYA – Dalam rangka memenuhi kebutuhan uang tunai masyarakat selama bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1447 H, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah (KPw BI Sulteng) menyiapkan uang kartal sebesar Rp2,86 triliun.

Ketersediaan tersebut terdiri dari Uang Pecahan Besar (UPB) nominal Rp100 ribu hingga Rp50 ribu sebesar Rp2,58 triliun dan Uang Pecahan Kecil (UPK) dibawah Rp20 ribu sebesar Rp277,6 miliar.

Kepala Perwakilan BI Sulteng, Muhamad Irfan Sukarna menyebut jumlah tersebut dinilai memadai untuk memenuhi kebutuhan uang tunai masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran yang diproyeksikan mencapai Rp1,76 triliun, meningkat 16% dibandingkan Ramadan tahun sebelumnya.

Peningkatan kebutuhan uang kartal dipengaruhi oleh beberapa faktor, pertama, pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi ASN, TNI, Polri, serta sektor swasta. Kedua, tradisi berbagi di bulan Ramadan, termasuk penyaluran bantuan sosial sebagai upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat rentan. Ketiga, meningkatnya aktivitas ekonomi akibat faktor musiman, terutama mobilitas masyarakat yang lebih tinggi dan potensi penambahan masa libur oleh pemerintah.

“Pada Ramadan 1447 H, Bank Indonesia kembali menyelenggarakan rangkaian kegiatan penukaran uang dan edukasi Rupiah bertajuk Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI),” jelas Irfan Sukarna, Rabu (25/2/2026).

Menurut Irfan, kegiatan tahunan ini merupakan wujud komitmen Bank Indonesia dalam mendukung pemenuhan kebutuhan uang Rupiah pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), termasuk di tengah tantangan kondisi geografis, moda transportasi, dan jalur distribusi.

Pelaksanaan SERAMBI 2026 yang dimulai sejak 18 Februari 2026 mengusung tema “Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah” dan mencakup tiga fokus utama, Pertama, menjaga ketersediaan uang Rupiah yang cukup, dengan pecahan sesuai kebutuhan, tepat waktu (just in time), serta dalam kondisi layak edar.