SULTENG RAYA — Pagi ini, Lapangan Patriot Bambalemo bukan sekadar hamparan rumput. Ia menjelma panggung pertarungan dua kampiun zona. Berlian Tomoli, penguasa Zona 1, akan ditantang Persikota Kotaraya, raja Zona 2, dalam partai final Liga 4 Piala Bupati Parigi Moutong, Senin (16/2/2026).

Ini bukan duel biasa. Ini adalah benturan harga diri dua wilayah, dua filosofi bermain, dan dua tim yang sama-sama datang dengan mahkota juara di kepalanya. Langkah Berlian Tomoli ke final tak diraih dengan mudah. Menghadapi Persis Mepanga di semifinal, Minggu pagi (15/2), mereka harus berjuang keras sebelum menang tipis 2-1.

Sempat tertinggal lebih dulu lewat gol cepat David di menit ke-6, Berlian bangkit lewat kepemimpinan sang kapten Ariel Sandi. Dua golnya di menit 18 dan 39 menjadi penanda bahwa Berlian punya mental baja saat ditekan.

Tim asal Tomoli ini dikenal agresif dalam transisi menyerang. Keberanian menekan sejak lini depan menjadi ciri khas permainan mereka. Apalagi, sejumlah pemain yang sebelumnya tampil di turnamen lain kini kembali memperkuat skuad, menambah kedalaman dan pengalaman di laga puncak.

Pelatih Berlian, Dr. Kasmudin Mustapa, menegaskan timnya akan tampil menyerang sejak awal. Targetnya jelas: cetak gol lebih dulu, kuasai ritme, dan paksa lawan keluar dari zona nyaman.
Di sisi lain, Persikota Kotaraya melaju ke final dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Banteng Olaya, runner up Zona 1. Gol dicetak oleh sang kapten I Ketut Rendy Amerta di menit 44 dan Fadel Lamohamat di menit 72.