SULTENG RAYA – Perbandingan pelaksanaan Operasi Keselamatan Tinombala 2025 dan 2026 menunjukkan peningkatan aktivitas sosialisasi dan patroli lalu lintas di wilayah hukum Polresta Palu. Namun, peningkatan kegiatan tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan penurunan angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas).
Pada Operasi Keselamatan Tinombala 2025, sosialisasi keselamatan dilaksanakan sebanyak 1.424 kali, dengan 3.669 teguran kepada pengguna jalan dan nihil penilangan. Sedangkan kegiatan pengaturan, penjagaan, dan patroli tercatat sebanyak 1.424 kegiatan.
Untuk data kecelakaan lalu lintas, tercatat 1 kejadian laka, dengan rincian 0 meninggal dunia (MD), 1 luka berat (LB), 0 luka ringan (LR), serta kerugian material (kermat) sebesar Rp1.000.000. Sementara itu, pada Operasi Keselamatan Tinombala 2026, terjadi peningkatan kegiatan. Sosialisasi keselamatan naik menjadi 1.731 kali, dengan 3.384 teguran dan kembali tanpa penilangan.
Kegiatan pengaturan, penjagaan, dan patroli juga meningkat menjadi 1.462 kegiatan. Namun, angka laka lantas mengalami lonjakan signifikan menjadi 11 kejadian, dengan rincian 0 MD, 4 LB, 11 LR, serta kerugian material mencapai Rp10.700.000.