SULTENG RAYA — Lapangan Patriot Bambalemo, Rabu (11/2/2026), bergemuruh sejak peluit awal dibunyikan. Tuan rumah Patriot Bambalemo datang dengan status unggulan. Namun sore itu, panggung justru menjadi milik Alfath Family Masigi. Tim tamu tampil efektif dan tanpa kompromi, menang 2-0, sekaligus mengubur ambisi Patriot di depan pendukungnya sendiri.
Pertandingan berjalan dalam tempo tinggi. Patriot langsung menekan. Nesta menjadi motor serangan, mengalirkan bola ke trio Sandrian, Eto’o, dan Aan Ilham yang silih berganti mengancam. Gelombang serangan datang bertubi-tubi, memaksa lini belakang Alfath bekerja ekstra keras. Namun Abd Wahid, Rul Boy, Damar, dan Albert tampil disiplin bak tembok kokoh. Mereka membaca arah bola dengan cermat, memotong umpan-umpan matang, dan meredam setiap celah yang coba dibuka tuan rumah.
Petaka bagi Patriot datang dari skema yang sederhana namun mematikan: serangan balik cepat. Seorang pemain Alfath menusuk ke kotak terlarang. Kiper Patriot, Aan, yang mencoba keluar mengamankan situasi justru melakukan kontak yang dinilai pelanggaran. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih.
Keputusan itu sempat memicu protes dari bangku tuan rumah. Namun wasit bergeming. Rul Boy maju sebagai algojo. Dengan ketenangan penuh, ia mengirim bola ke sudut gawang yang tak terjangkau. Skor berubah 0-1, dan lapangan mendadak senyap.