SULTENG RAYA – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. H. Junaidin, S.Ag., M.A., melakukan Kunjungan Kerja Perdana sekaligus Silaturrahmi bersama Wakil Bupati Poso, jajaran ASN Kemenag, serta Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Keagamaan Kabupaten Poso.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini digelar di halaman Kantor Kemenag Kabupaten Poso pada Senin (9/2/2026).
Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Poso, Suharto Kandar, unsur Forkopimda, tokoh-tokoh ormas keagamaan, serta ratusan ASN di lingkungan Kemenag Poso.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Poso, H. Sutami Idris, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas kunjungan perdana Kakanwil. Ia menegaskan kesiapan seluruh jajarannya untuk mendukung visi besar kementerian.
”Kami memiliki 574 ASN yang siap bekerja secara aktif dan adaptif dalam membangun pemerintahan di bidang keagamaan. Fokus utama kami adalah memastikan moderasi beragama tetap terjaga kuat di bumi Poso,” tegas Sutami.
Wakil Bupati Poso, Suharto Kandar, menyambut hangat kehadiran Kakanwil. Menurutnya, kunjungan ini menjadi momentum emas untuk mempererat kolaborasi antara Pemerintah Daerah dan Kemenag.
”Ini adalah langkah penting bagi kita semua untuk bahu-membahu membangun Kabupaten Poso, khususnya dalam aspek keagamaan dan menjaga nilai-nilai toleransi yang selama ini telah tumbuh dengan baik,” ujar Wabup.
Dalam arahannya, Kakanwil Kemenag Sulteng, H. Junaidin, menekankan slogan baru Kemenag saat ini, yaitu “Berdampak”.
Slogan ini mengamanatkan agar keluarga besar Kemenag memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan negara, terutama dalam merawat perbedaan.
Menjawab pertanyaan filosofis mengenai peran kementerian, Junaidin menjelaskan bahwa kehadiran Kemenag bukan untuk mencampuri ranah keimanan individu.
”Kementerian Agama hadir bukan untuk mengurus iman seseorang, melainkan untuk menjaga keseimbangan dalam kehidupan beragama serta merawat toleransi dan kerukunan antarumat,” jelasnya.
Menutup arahannya, Dr. Junaidin berpesan agar seluruh ASN memiliki integritas yang kuat. Ia mendefinisikan integritas sebagai konsistensi antara perkataan dan tingkah laku yang baik dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara dan penjaga marwah nilai-nilai agama.*ENG