SULTENG RAYA-Universitas Tadulako (Untad) bersama Direktorat Kelembagaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia menggelar pembukaan evaluasi lapangan terhadap rencana pembukaan Program Studi Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Penyakit Dalam, serta Ilmu Bedah. Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan persiapan penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis di wilayah Sulawesi Tengah.

Pembukaan evaluasi lapangan tersebut berlangsung pada Senin (12/1/2026) mulai pukul 09.00 WITA, bertempat di Aula Fakultas Kedokteran Untad. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas Tadulako, perwakilan Direktorat Kelembagaan Kemendiktisaintek RI, perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, mitra rumah sakit, serta tim evaluator yang mengikuti kegiatan secara luring dan daring (hybrid).

Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., dalam sambutannya menyampaikan bahwa rencana pembukaan tiga program studi spesialis tersebut merupakan bagian dari strategi pengembangan Untad, khususnya dalam penguatan kapasitas akademik dan layanan kesehatan. Ia menegaskan komitmen Untad untuk mengoptimalkan pemanfaatan Rumah Sakit Untad yang sempat terdampak bencana alam tahun 2018 agar kembali berfungsi sebagai rumah sakit pendidikan.

Rektor juga menambahkan bahwa pengembangan pendidikan dokter spesialis di Untad akan didukung oleh pemanfaatan teknologi digital guna meningkatkan mutu pembelajaran dan layanan kesehatan. Langkah ini diharapkan mampu menjawab keterbatasan jumlah tenaga dokter spesialis di Sulawesi Tengah. Menurutnya, kehadiran program studi spesialis di Untad akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat karena calon dokter spesialis tidak lagi harus menempuh pendidikan ke luar daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah sekaligus Pelaksana Tugas Direktur RSUD Undata Palu, dr. Syahriar, M.Kes., menyatakan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Untad. Ia menyoroti belum meratanya distribusi tenaga dokter spesialis, yang masih terkonsentrasi di wilayah perkotaan, sementara daerah kabupaten dan wilayah terpencil masih mengalami kekurangan tenaga medis.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, rumah sakit pendidikan, dan pemerintah daerah, dr. Syahriar berharap pengembangan program studi spesialis ini dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia bidang kesehatan di Sulawesi Tengah serta memperluas jangkauan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Secara daring, perwakilan Direktorat Kelembagaan Kemendiktisaintek RI, Prof. Dr. Med. Tri Hanggono Achmad, dr., menjelaskan bahwa pembukaan program studi spesialis di Untad sejalan dengan kebijakan nasional percepatan pemenuhan tenaga dokter spesialis. Kebijakan tersebut difokuskan pada pengurangan ketimpangan distribusi tenaga kesehatan, khususnya di Sulawesi Tengah, melalui pembukaan program studi strategis seperti Ilmu Bedah, Penyakit Dalam, serta Obstetri dan Ginekologi.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara perguruan tinggi, rumah sakit mitra, dan pemerintah daerah dalam menjaga mutu pendidikan dokter spesialis. Selain itu, turut disampaikan sejumlah strategi pendukung, termasuk pemberdayaan residen senior sebagai solusi jangka pendek untuk meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat.

Ketua Tim Evaluator, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD., KGEH., MMB., FINASIM., FACP., menjelaskan bahwa evaluasi lapangan yang dilakukan bersifat kolaboratif dan suportif. Evaluasi ini tidak berorientasi pada penilaian semata, melainkan bertujuan mematangkan kesiapan institusi melalui pendampingan, bimbingan, serta penguatan kemitraan dengan universitas pendamping dan rumah sakit jejaring.

Menurutnya, sinergi seluruh pemangku kepentingan, dukungan kebijakan, serta komitmen bersama menjadi kunci utama dalam percepatan pembukaan program studi spesialis di Universitas Tadulako. Evaluasi lapangan ini diharapkan dapat memastikan proses transisi menuju kemandirian pendidikan dokter spesialis berjalan optimal, sehingga Untad mampu berkontribusi nyata dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan tenaga medis spesialis di Sulawesi Tengah.

Usai rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama serta pemaparan kesiapan institusi oleh pihak Universitas Tadulako kepada tim evaluator.*ENG