SULTENG RAYA – Polres Parigi Moutong menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Lilin 2025 di halaman Mako Polres Parigi Moutong, Jumat (19/12/2025). Apel ini menjadi penanda kesiapan aparat dalam mengamankan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di wilayah Parigi Moutong.

Apel dipimpin langsung Kapolres Parigi Moutong, AKBP Dr Hendrawan, A.N, yang bertindak sebagai pimpinan apel sekaligus membacakan sambutan tertulis Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Namun demikian, pelaksanaan apel tersebut diwarnai sorotan atas ketidakhadiran Bupati Parigi Moutong maupun pejabat yang mewakili. Absennya orang nomor satu di Parigi Moutong itu menjadi bahan perbincangan di kalangan tamu undangan dan wartawan yang meliput kegiatan tersebut.

Padahal, Bupati Parigi Moutong Erwin Burase diketahui berada di Parigi dan sempat menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Golkar Kabupaten Parigi Moutong pada hari yang sama, di mana yang bersangkutan maju sebagai calon tunggal ketua partai berlambang beringin tersebut.

Sementara itu, sejumlah unsur Forkopimda dan instansi terkait tampak hadir, di antaranya anggota DPRD yang mewakili pimpinan, Kepala Pengadilan Negeri, Kepala Kejaksaan Negeri, Kepala Rutan, perwira TNI mewakili Dandim 1306/Kota Palu, perwakilan Kementerian Agama, serta tamu undangan lainnya.

Kepada wartawan, Kapolres Parigi Moutong AKBP Dr Hendrawan, A.N menyampaikan bahwa dalam rangka pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Polres Parigi Moutong menurunkan sebanyak 573 personel gabungan.

“Personel terdiri dari unsur Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, RAPI, serta Dinas Kesehatan,” ungkapnya.

Selain personel, pihak kepolisian juga mendirikan 13 pos, yang terdiri atas 11 pos pengamanan dan dua pos pelayanan.

“Dua pos pelayanan ditempatkan di perbatasan Moutong dan di Desa Toboli, Kecamatan Parigi Utara. Sedangkan 11 pos pengamanan berada di masing-masing Polsek,” jelas Kapolres.

Kapolres juga mengimbau masyarakat agar turut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama selama perayaan Natal dan Tahun Baru.

“Kita saling menghormati umat beragama yang sedang menjalankan ibadah. Ciptakan suasana yang aman, tenteram, dan nyaman agar seluruh aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan damai,” ujarnya.

Terkait potensi gangguan lalu lintas, Kapolres mengungkapkan sejumlah titik rawan kemacetan, di antaranya wilayah Desa Toboli, pusat Kota Parigi, serta Desa Tolai, Kecamatan Torue.

“Di persimpangan jalan Trans Sulawesi Desa Tolai, ada aktivitas ibadah dan juga aktivitas pasar, sehingga berpotensi menimbulkan kemacetan,” terangnya.

Sebelumnya, dalam sambutan tertulis Kapolri yang dibacakan Kapolres, seluruh peserta apel diajak untuk mendoakan para korban musibah banjir di sejumlah wilayah di Sumatera.

Kapolri menegaskan bahwa Apel Gelar Pasukan merupakan bentuk pengecekan akhir kesiapan personel serta sarana dan prasarana pendukung Operasi Lilin 2025.

Operasi Lilin 2025 dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, dengan sasaran prioritas pengamanan tempat ibadah, pusat perbelanjaan, pusat keramaian, jalur dan simpul transportasi darat maupun laut, terminal, pelabuhan, objek wisata, serta lokasi perayaan malam pergantian tahun.

Selain itu, operasi ini juga difokuskan pada kelancaran arus lalu lintas, pencegahan gangguan kamtibmas, antisipasi kejahatan konvensional dan terorisme, kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam akibat cuaca ekstrem, serta menjaga stabilitas ketersediaan dan distribusi bahan pokok dan BBM.

Rangkaian apel ditutup dengan pemeriksaan pasukan dan penyematan pita tanda Operasi Lilin 2025 kepada perwakilan personel sebagai simbol dimulainya operasi pengamanan Natal dan Tahun Baru. Usai apel gelar pasukan, acara dilanjutkan dengan pemusnahan miras hasil operasi pekat Polres Parigi Moutong dan Polsek. AJI