SULTENG RAYA – UMKM menjadi salah satu sektor yang dinilai “kebal krisis”. Hal ini mendorong OJK Sulteng untuk meramu program strategis lewat sinergi multi-pihak – membuat sektor tersebut lebih berdaya dan naik kelas.

‎Kepala OJK Sulteng, Bonny Hardi Putra, mengatakan, tahun depan, pihaknya menaruh perhatian khusus pada program UMKM naik kelas tersebut. Hal itu juga telah termaktub dalam amanat POJK Nomor 19 Tahun 2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan Kepada UMKM.

‎Menurutnya, OJK Sulteng akan memaksimalkan TPAKD dengan program kerjanya, serta komunikasi intens dengan sejumlah dinas koperasi dan UMKM di kabupaten dan kota.

‎”Harus sinergi, sendirian tidak mungkin untuk pengembangan ekonomi UMKM,” kata Bonny, Kamis (18/12/2025).

‎”UMKM ini ketahanannya luar biasa, terbukti beberapa periode krisis, penopangnya UMKM. Mereka menggerakkan ekonomi, makanya penting untuk UMKM kita naik kelas,” ujarnya menambahkan.

‎Selain itu, OJK Sulteng juga akan berkomunikasi intens dengan industri jasa keuangan (IJK) demi akselerasi permodalan bagi pelaku usaha. UMKM akan mudah naik kelas jika mereka mendapat modal dengan mudah sehingga dapat meningkatkan kapasitas.

‎”Kalau mudah mengakses kredit, maka kapasitas produksinya atau jualannya meningkat. Ini pun telah ada amanatnya di POJK 19 2025.Tinggal dimaksimalkan. Kami akan bantu dorong dari sisi industri jasa keuangan, akses pembiayaan, pendampingan, dan pengelolaan keuangan,” katanya.

‎Untuk diketahui, per September 2025, dalam catatan OJK Sulteng, realisasi kredit UMKM sebanyak Rp17 triliun, menurun 0,4 persen dari tahun sebelumnya pada bulan yang sama. RHT