SULTENG RAYA – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah, Bonny Hardi Putra mendorong perbankan melakukan ekspansi agen laku pandai sebagai upaya mendorong akses keuangan bagi masyarakat, khususnya di daerah-daerah terpencil di Sulteng.

Salah satu langkah yang paling perlu dilakukan menurut Bonny, yakni perbankan berkomunikasi aktif dengan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) tentang akselerasi agen laku pandai. Hal ini pun akan memicu keaktifan TPAKD untuk membuat inovasi supaya masyarakat tidak “menyimpan uang di bawah bantal”.

Selama ini, kata dia, harus diakui TPAKD pada beberapa kabupaten belum sepenuhnya aktif. Untuk itu, lintas sektor perlu bergerak. OJK Sulteng, lanjutnya, terus mendorong hal itu terealisasi. Agen laku pandai dinilai masih menjadi solusi konkret percepatan akses keuangan itu.

“Seperti di Kepulauan Togean, itu kan nyari ATM susah. Wilayah-wilayah seperti ini, perlu ada agen laku pandai. TPAKD di daerah perlu memikirkan hal ini juga,” kata Bonny belum lama ini.

Menurutnya, TPAKD sejatinya harus digerakkan perangkat daerah yang sudah ditugaskan – bukan OJK, BI, atau Pemprov. “Kami hanya sebgai pengarah. Namun kami coba terus mendorong kerja sama strategis dengan berbagai pihak,” ucapnya.

Menurut Bonny, TPAKD yang paling aktif di Sulteng sejauh ini adalah Kota Palu. Mereka juga baru menerima penghargaan tahun ini dalam ajang TPAKD Award 2025. Kota Palu meraih predikat terbaik tingkat kabupaten/kota se-Sulawesi.

“Hal ini perlu menjadi pemicu semangat daerah-daerah lain di Sulteng, karena akses keuangan harus merata di Sulteng,” tutup Bonny.

Sebagai contoh, Kota Palu menerima penghargaan berkat program strategis seperti literasi keuangan, pemberdayaan UMKM, dan perluasan akses pembiayaan berbasis digital. Sebuah upaya memperkuat ekosistem ekonomi lokal yang tangguh dan berdaya saing.

Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut dan mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, termasuk lembaga keuangan serta instansi lintas sektor yang telah bekerja sama dalam mendukung berbagai program TPAKD.

“Penghargaan ini bukan semata-mata untuk pemerintah, tetapi untuk seluruh masyarakat Kota Palu yang terus berinovasi dan berupaya meningkatkan kesejahteraan melalui akses keuangan yang lebih luas dan inklusif,” ujar Hadianto Rasyid. RHT