Ia berharap warga yang telah mengikuti kegiatan tersebut dapat menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing.
Kepala Puskesmas Baula, Sukmawati, menekankan penanganan TBC tidak cukup hanya melalui penyuluhan, tetapi harus diiringi dengan deteksi dini dan pengobatan berkelanjutan.“Bakteri Mycobacterium tuberculosis menyebar melalui udara saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Jika ditemukan satu kasus dalam rumah, seluruh anggota keluarga perlu segera menjalani skrining karena penularannya sangat cepat,” jelasnya.
Puskesmas Baula, lanjut Sukmawati, terus melakukan pendampingan, termasuk skrining aktif guna memastikan rantai penularan dapat ditekan. Selain TBC, masyarakat diingatkan terhadap ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD). Warga diimbau rutin membersihkan lingkungan dan menguras tempat penampungan air sebagai langkah pencegahan.
Secara umum, program promosi kesehatan yang dijalankan PT Vale dinilai sebagai langkah awal yang positif. Namun, efektivitasnya dalam menurunkan angka kasus TBC di wilayah Baula masih memerlukan evaluasi berkelanjutan. Keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh intensitas sosialisasi, tetapi juga konsistensi pendampingan, ketersediaan layanan kesehatan, serta perubahan perilaku masyarakat dalam jangka panjang. RHT

