SULTENG RAYA – Di bawah langit pagi yang cerah, halaman Kantor Bupati Parigi Moutong menjadi saksi perjalanan panjang sebuah daerah yang terus berbenah. Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kabupaten Parigi Moutong, Jumat (10/4/2026), bukan sekadar upacara seremonial, tetapi momentum refleksi atas langkah-langkah besar menuju masa depan yang lebih mandiri dan sejahtera.
Bertindak sebagai pembina upacara, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan bahwa usia 24 tahun merupakan fase penting dalam memperkuat fondasi pembangunan. Ia menggambarkan Parigi Moutong sebagai daerah yang terus tumbuh dengan capaian signifikan, mulai dari pembangunan infrastruktur, penguatan sektor pertanian dan perikanan, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.
Namun di balik capaian tersebut, tantangan besar masih membayangi—pengentasan kemiskinan. Dengan angka kemiskinan yang masih berada di kisaran 12 persen, pemerintah menargetkan penurunan hingga 5 persen dalam lima tahun ke depan.
Target ini, menurut gubernur, hanya dapat dicapai melalui kerja kolaboratif lintas sektor. “Ini tugas kita bersama. Saya sebagai gubernur akan terus berkoordinasi, akan terus bersama Pak Bupati, Pak Wakil Bupati dan semua stakeholder, bagaimana upaya kita agar penurunan angka kemiskinan ini bisa kita capai 5 persen dalam lima tahun kedepan,”ujarnya.
Dalam arah pembangunan ke depan, Parigi Moutong tidak lagi hanya diposisikan sebagai daerah penyangga, melainkan disiapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi Tengah. Salah satu langkah strategis yang tengah digagas adalah pembangunan kawasan industri pengolahan nikel di Kecamatan Siniu, yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
Gagasan ini membawa harapan besar. Nikel dari Morowali yang selama ini diolah setengah jadi, direncanakan akan diproses lebih lanjut di Parigi Moutong menjadi bahan baku baterai kendaraan listrik. Sebuah lompatan industri yang tidak hanya bernilai ekonomi tinggi, tetapi juga membuka peluang kerja luas bagi masyarakat lokal.
“Jadi nikel dari Morowali low great yang diproses setengah jadi disana, kemudian akan dibawah ke Parigi Moutong untuk diolah menjadi baterai yang akan digunakan oleh mobil listrik yang ada di dunia ini,”ungkapnya.
