SULTENG RAYA – Perusahaan Umum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah saat ini telah menyerap sebanyak 1.800 ton beras domestik di pelbagai wilayah di Sulteng.
Hal itu dikatakan Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Sulteng, Jusri kepada media, Jumat (10/4/2026). “Saat ini sudah 1.800 ton setara beras. Kami masih terus memaksimalkan periode-periode panen petani lokal,” ungkap Pimwil Jusri.
Dikatakannya, tahun ini, Bulog Sulteng dibebankan target penyerapan domestik untuk komoditi beras sebanyak 11.000 ton. Dirinya optimis menutup tahun dengan mencapai angkat tersebut.
Sebelumnya, Bulog Sulteng menyatakan, penyerapan beras petani akan dilakukan melalui dua mekanisme, yakni pembelian dalam bentuk gabah dengan harga Rp6.500 per kilogram dan beras dengan harga Rp12.000 per kilogram.
Jusri mengatakan, target tersebut terus diupayakan melalui sosialisasi langsung kepada masyarakat petani agar menjual hasil panennya ke Bulog baik dalam bentuk beras maupun gabah.
“Ini semua kita galakkan, kita sosialisasikan ke masyarakat terutama petani. Terutama soal penyerapan gabah, karena selama ini rata-rata petani masih menjual dalam bentuk beras,” ujar Jusri.
Meski Sulteng punya tradisi penjualan skema beras, Jusri menuturkan, secara umum, hampir seluruh wilayah di Sulawesi Tengah tetap memiliki potensi penyerapan gabah. Donggala dan Parigi Moutong diperkirakan menjadi daerah yang lebih dulu memasukkan stok. RHT
