Selain itu, pelibatan masyarakat lokal menjadi kunci utama. Masyarakat tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek dalam pengembangan pariwisata. Mereka diberdayakan melalui pelatihan digital, pemasaran online, serta pengelolaan destinasi berbasis komunitas. Hal ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menjaga keberlanjutan budaya lokal.

Inovasi ini menunjukkan bahwa smart tourism tidak harus selalu identik dengan modernisasi yang menggeser tradisi. Justru, dengan pendekatan yang tepat, teknologi dapat menjadi alat untuk memperkuat kearifan lokal dan memperluas jangkauan promosi wisata.

Dengan demikian, Kota Jogja menjadi contoh bagaimana pariwisata cerdas dapat berkembang secara inklusif dan berkelanjutan. Perpaduan antara teknologi dan budaya lokal menjadikan Jogja tidak hanya sebagai tujuan wisata, tetapi juga sebagai ruang belajar tentang harmoni antara kemajuan dan tradisi.

So, apa yang menjadi pembelajaran untuk Kota Palu ? Pertama, Ketika Kota Palu di dorong sebagai Geopark City, Wisata kebencanaan menjadi salah satu wisata unggulan yang dapat menarik wisatawan lokal maupun mancanegara, yang bercerita spesifik tentang likuefaksi, tsunami dan longsong bawah laut sebagai pusat pengetahuan dunia.

Kedua, pasca bandara Mutiara SIS Aljufri ditetapkan sebagai bandara internasional, Kota Palu harus menjadi garda terdepan destinasi wisata alam dan lainnya yang bisa dalam mempermudah akses wisatawan mancanegara dan lokal dalam berwisata di Sulteng.

Apalagi spot wisata alam yang ada di Sulteng punya keunikan tersendiri dan bahkan beberapa spot yang ada memiliki sejarah kearifan lokal di mata dunia. Ketiga, digitalisasi pariwisata yang telah di kembangkan oleh Pemerintah Indonesia harus terkoneksi kuat dengan inovasi wisata di Kota Palu dan sekitarnya.

Minimal bisa menjadi daerah wisata unggulan Indonesia yang menarik banyak wisatawan ke Sulteng. Karena itu, kehadiran dinas pariwisata dan dinas terkait lainnya sangat menentukan wajah pariwisata di Kota Palu, utamanya dalam merangsang pertumbuhan ekonomi masyarakat sebagai penerima dampak langsung. Inovasi dan kepemimpinan sangat menentukan, apakah Kota Palu bisa bersaing dengan daerah lainnya yang juga menggerakkan sektor wisata sebagai salah satu pintu strategis pembangunan daerah. *WAN